
Letternews.net — Pemerintah Indonesia mencatat penerimaan pajak dari sektor usaha ekonomi digital mencapai Rp27,85 triliun hingga 31 Agustus 2024.
[irp]
Angka ini meliputi berbagai jenis pajak, termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE), pajak kripto, pajak fintech, dan pajak atas transaksi pengadaan barang dan/atau jasa melalui Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah (pajak SIPP).
Rincian penerimaan pajak adalah sebagai berikut:
[irp]
Hingga Agustus 2024, pemerintah telah menunjuk 176 pelaku usaha PMSE sebagai pemungut PPN. Penunjukan terbaru termasuk THE World Universities Insights Limited dan Cloudkeeper (Singapore) PTE. LTD., serta pembetulan data untuk Freepik Company, S.L.
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, Dwi Astuti, menegaskan bahwa penerimaan pajak ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan keadilan dan kesetaraan bagi pelaku usaha baik konvensional maupun digital.
“Kami akan terus menunjuk pelaku usaha PMSE yang melakukan penjualan produk dan layanan digital dari luar negeri kepada konsumen di Indonesia,” ujar Dwi.
[irp]
Pemerintah juga akan menggali potensi penerimaan dari pajak kripto, pajak fintech, dan pajak SIPP di masa depan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai PPN produk digital luar negeri, daftar pemungut, dan detail pajak digital, masyarakat dapat mengunjungi situs web resmi pajak di (https://www.pajak.go.id/id/pajakdigital) atau (https://pajak.go.id/en/digitaltax).
Reporter: Hum