MASTIC 2026: Gubernur Koster Dorong Gas Alam Jadi Sumber Ekonomi Baru Bali di Luar Pariwisata

 MASTIC 2026: Gubernur Koster Dorong Gas Alam Jadi Sumber Ekonomi Baru Bali di Luar Pariwisata

Foto: Gubernur Bali Wayan Koster

BADUNG, Letternews.net Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pentingnya Bali memiliki sumber pertumbuhan ekonomi baru di luar sektor pariwisata. Penegasan ini disampaikan saat menjadi Keynote Speaker pada ajang internasional Maritime Safety International Conference (MASTIC) 2026 di Kuta Paradiso Hotel, Kabupaten Badung, Kamis (23/7/2026).

Di hadapan akademisi, pejabat pemerintah, dan pelaku industri kemaritiman dari 180 institusi mancanegara, Gubernur Koster membawakan paparan strategis bertajuk “Strategic Initiatives in Preparing Bali as One of Natural Gas Producing Regions: Efforts to Ensure Growth and Sustainability”.

BACA JUGA:  Kompak Benahi Bali: Gubernur Koster dan Bupati Adi Arnawa Perkuat Sinergi Adat hingga Infrastruktur Rp1,27 Triliun

Ia menekankan bahwa pengalaman pahit pandemi COVID-19 mengajarkan Bali untuk tidak terus-menerus bergantung hanya pada satu sektor pariwisata semata.

“Pengembangan sektor energi di Bali bukan semata-mata untuk mengejar keuntungan ekonomi. Seluruh prosesnya harus berlandaskan visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali, sehingga mampu menjaga keharmonisan antara alam, manusia, dan kebudayaan sekaligus mewujudkan kemandirian energi,” tegas Gubernur Wayan Koster.

BACA JUGA:  3 Siswi MTs ini Rela Disetubuhi Oknum Guru

Empat Pesan Kunci Wujudkan Kemandirian Energi Bali

Gubernur Koster menjelaskan bahwa investasi pada sektor gas alam dan energi akan memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi pertumbuhan sektor konstruksi, logistik, jasa teknik, hingga industri berbasis inovasi.

Dalam penutup paparannya, Gubernur Koster merumuskan empat pesan utama untuk masa depan Bali:

  • Diversifikasi Ekonomi: Bali wajib memiliki sumber pertumbuhan ekonomi baru di luar industri pariwisata.

  • Berpijak pada Budaya: Seluruh skema pembangunan wajib memegang teguh filosofi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

  • Dukungan Kebijakan Pusat: Pemprov Bali berkomitmen penuh mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

  • Kolaborasi Lintas Sektor: Keberhasilan pembangunan memerlukan sinergi erat antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat.

BACA JUGA:  Hadiri Puncak ENSIA 2026, Gubernur Koster Tegaskan Pembangunan Bali Harus Harmonis dengan Alam

Ajang Kolaborasi Riset Maritim Internasional

Sementara itu, Ketua Panitia MASTIC 2026, I Gede Manik, melaporkan bahwa konferensi yang mengusung tema “Cutting Edge Technology and Sciences for Enhancing Maritime Safety, Security, Health and Environment” ini menjadi forum krusial bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan keselamatan maritim global.

Acara ini turut dihadiri langsung oleh Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Dr. (HC). Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., yang sekaligus memperkenalkan ITS Research Consortium untuk memperluas kerja sama riset kemaritiman internasional.

Editor: Rizal

.
Bagikan: