
TABANAN, Letternews.net – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Bali kembali menggelar perhelatan akbar lima tahunan, yaitu Jambore Daerah Gerakan Pramuka Bali Tahun 2025. Kegiatan rekreasi edukatif di alam terbuka ini dilaksanakan di lokasi bersejarah Bumi Perkemahan I Gusti Ngurah Rai, Margarana, Tabanan, mulai tanggal 12 hingga 15 Desember 2025.
Perhelatan akbar ini bertujuan untuk membentuk karakter Pramuka Penggalang yang cakap, unggul, terampil, dan kreatif, dengan menekankan pada penguatan spiritual quotient, kecerdasan emosional, dan fisik.
[irp]
Ketua Panitia Jambore Daerah Bali 2025, I Ketut Gede Sudirta, S.Pd., melaporkan bahwa kegiatan ini didanai melalui Anggaran Kwarda Bali dan Belanja Daerah Provinsi Bali (APBD).
Peserta: 336 orang Anggota Pramuka Penggalang perwakilan Kwartir Cabang se-Bali.
Pendukung: 18 orang Pimpinan Kontingen Cabang, 42 orang Pendamping, serta 92 orang Panitia dan Sangga Kerja.
Adapun rangkaian kegiatan Jambore Daerah Bali mencakup zona edukatif dan rekreasi yang beragam:
| Kategori Kegiatan | Jenis Kegiatan |
| Kegiatan Wajib | Zona Wahana Satuan Karya, Zona Let’s Skill, Zona Global Development Village, Zona Wisata, dan Zona Teknologi Multimedia. |
| Kegiatan Persaudaraan | Pentas Seni Kontingen, Karnaval Kepala Daerah, dan Malam Selamat Datang. |
| Kegiatan Orang Dewasa | Temu Pembina Pendamping dan Pimpinan Kontingen Cabang Bali. |
Acara dibuka secara meriah dengan pemukulan Kentongan dan dilanjutkan dengan pertunjukan kontingen sebelum Karnaval.
[irp]
Dalam sambutan Gubernur Bali, Dr. Ir. Wayan Koster, MM (dibacakan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali, Ir. Gede Pramana, S.T., M.T.), disampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kwarda Bali. Gubernur menekankan pentingnya peran Gerakan Pramuka dalam menghadapi tantangan zaman yang penuh ketidakpastian.
“Saat ini kita tengah dihadapkan dengan berbagai tantangan zaman yang penuh ketidakpastian… maraknya judi online yang menerpa generasi muda, aksi bullying, kasus narkoba, monografi, hingga budaya asing yang melunturkan semangat gotong royong dan nasionalisme,” ujar Gede Pramana mewakili Gubernur Koster.
[irp]
Menurut Gubernur, Gerakan Pramuka adalah organisasi yang tepat untuk menganalisa situasi ini, karena memberikan pendidikan life skill, soft skill, serta dilengkapi kecerdasan spiritual, emosional, dan fisik—postur ideal seorang Pramuka sebagai generasi pembawa perubahan.
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Bali, Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si. (Cok Ace), menyampaikan harapannya agar para peserta memanfaatkan Jambore untuk menjaga persatuan, keutuhan, dan tetap ceria serta gembira, mengingatkan untuk menjaga kesehatan karena cuaca yang kadang ekstrem.
Editor: Rudi.