
DENPASAR, Letternews.net – Gubernur Bali, Wayan Koster, menyampaikan terima kasih kepada Komisi VIII DPR RI dan lembaga pusat atas atensi besar yang diberikan melalui penyerahan berbagai bantuan sosial, kebencanaan, dan pemberdayaan. Kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI yang dipimpin oleh Marwan Dasopang ini bertujuan memperkuat ketahanan masyarakat Bali, khususnya pascabencana banjir besar Tukad Badung.
“Atas nama masyarakat Bali, saya menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti, terutama bagi korban banjir Tukad Badung yang menelan 18 korban jiwa,” ujar Koster di Denpasar.
[irp]
Gubernur Koster melaporkan dampak tragis banjir pada 10 September lalu di Tukad Badung, yang mengakibatkan:
Koster memastikan bahwa ahli waris dari 18 korban meninggal telah menerima santunan masing-masing Rp15 juta dari Kementerian Sosial, serta bantuan dari Pemprov dan Pemkot. Sementara itu, 738 pedagang terdampak telah diberi ganti rugi sebesar Rp3,4 miliar dari Pemprov Bali yang diserahkan melalui rekening korban.
Menghadapi musim hujan yang diperkirakan lebat pada November hingga Februari, Pemprov Bali tengah memperkuat mitigasi. Koster juga menyoroti temuan di lapangan: adanya pelanggaran tata ruang di sepanjang hilir Tukad Badung yang sudah terbangun sekitar 50 tahun lalu sebelum Bali memiliki tata ruang yang jelas.
[irp]
Kunjungan Komisi VIII DPR RI ini membawa total bantuan yang nilainya mencapai triliunan rupiah dari berbagai kementerian dan lembaga, menegaskan komitmen pusat untuk pemulihan Bali:
Selain itu, Komisi VIII DPR RI berjanji akan mengalokasikan anggaran dari pusat untuk pengadaan alarm pengingat terjadinya tsunami bagi Bali, sebagai bagian dari penguatan sistem peringatan dini.
Editor: Rudi.