LetterNews
03 November 2026
02:10 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
22 June 2026 17:29 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 22 June 2026, 17:29 WITA

Kenali 24 Tumbuhan Obat, Pramuka SMPN 8 Denpasar Jelajahi TWA Danau Buyan-Tamblingan

Foto: Pramuka SMP Negeri 8 Denpasar melakukan aksi perambahan edukatif ke Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Danau Buyan - Danau Tamblingan, Senin (22/06/2026).

BULELENG, Letternews.net – Guna menumbuhkan rasa kepedulian terhadap kelestarian alam sejak dini, puluhan anggota Pramuka SMP Negeri 8 Denpasar melakukan aksi perambahan edukatif ke Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Danau Buyan – Danau Tamblingan, Senin (22/06/2026).

Kawasan konservasi bernilai sejarah tinggi ini dikelola langsung oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali melalui Resort KSDA Wilayah Cagar Alam (CA) Batukau dan TWA Danau Buyan – Danau Tamblingan. Kedatangan rombongan tunas muda asal Kota Denpasar ini diterima langsung oleh Kepala Resort KSDA setempat, Agung.

Dalam pemaparannya di hadapan para siswa, Agung menjelaskan bahwa kawasan TWA Danau Buyan – Danau Tamblingan masuk dalam kelompok hutan Gunung Batukahu (RTK.4). Wilayah ini memiliki rekam jejak panjang karena telah ditetapkan sebagai hutan tutupan sejak zaman kolonial berdasarkan Surat Keputusan Pemerintah Hindia Belanda tanggal 29 Mei 1927 No. 28.

[irp]

Edukasi Lapangan: Bedah Kekayaan Flora dan Eksplorasi Tanaman Obat

Melalui penataan batas yang membentang dari pal batas HW.1 hingga HW.376, kawasan ini menyimpan kekayaan hayati luar biasa, termasuk sebuah enclave hutan seluas 8 hektar yang menjadi rumah bagi berbagai jenis flora langka.

Para anggota Pramuka diajak melihat langsung vegetasi alam yang terbagi menjadi beberapa klaster utama:

  • Pohon Raksasa Konservasi: Meliputi pohon Damar (Agathis alba), Rasamala (Altingia excelsa), Blantih, Gintungan, Suren, hingga Cemara Geseng (Casuarina junghuhniana).

  • Semak & Tumbuhan Bawah: Mulai dari Krasi (Lantana camara), Kedukduk, Bambu Air (Equisetum hyemale), hingga jenis tumbuhan air seperti teratai (Nymphaea sp.).

Istimewanya, petualangan ini menjadi ruang kelas alam terbuka bagi para siswa untuk mengenali sedikitnya 24 jenis tumbuhan berkhasiat obat tradisional. Tanaman herbal tersebut di antaranya Alang-alang, Anting-anting, Cakar Ayam, Kapulaga, Lempuyang Gajah, Patikan Kebo, Pecut Kuda, Pegagan (Tapal Kuda), Sisik Naga, hingga Suruhan. Berbagai jenis tanaman ini terbukti secara studi literatur dan empiris telah dimanfaatkan secara turun-temurun oleh krama adat sekitar kawasan sebagai obat herbal.

[irp]

Rangkaian Pelantikan Pratama: Cetak Penggalang yang Cinta Lingkungan

Pembina Pramuka SMP Negeri 8 Denpasar, Moch Rizal, mengungkapkan bahwa kunjungan lapangan menuju pos konservasi BKSDA Bali ini merupakan bagian dari puncak rangkaian Perkemahan Pelantikan Pratama yang digelar maraton pada 21–22 Juni 2026 di kawasan Danau Buyan.

“Kami ingin proses pelantikan Pratama ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial organisasi semata. Melalui orientasi lapangan ini, kami mengenalkan alam secara nyata kepada adik-adik. Kami berharap mereka bisa memahami betapa pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem hutan dan danau sebagai hulu kehidupan Bali,” ujar Moch Rizal.

Kunjungan edukatif ini diharapkan mampu membentuk karakter anggota Pramuka Penggalang SMPN 8 Denpasar yang tidak hanya cakap dalam teknik kepanduan (scout skill), melainkan juga memiliki kepekaan ekologis yang kuat demi kelestarian alam Bali secara berkelanjutan.

Editor: Rudi.