
DENPASAR, Letternews.net – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali memperkuat sinergi dengan perusahaan-perusahaan di sektor ketenagalistrikan, termasuk PLN, Indonesia Power, dan PLN ICON Plus. Kolaborasi ini ditegaskan sebagai upaya bersama untuk memperkuat ketahanan energi, mendukung percepatan transisi menuju energi bersih, serta mengawal proyek strategis nasional (PSN) di Pulau Dewata.
[irp]
Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Dr. Chatarina Muliana Girsang, S.H., S.E., M.H., menyampaikan apresiasi atas kerja sama ini, menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga untuk memastikan setiap pembangunan energi berjalan sesuai ketentuan hukum.
“Kami menyambut dengan senang hati dan mengapresiasi kerja sama ini. Kejati Bali mendukung dan akan terus berkolaborasi dengan PLN untuk memastikan setiap langkah pembangunan energi di Bali berjalan sesuai ketentuan hukum dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujar Dr. Chatarina di Denpasar, Jumat (7/11/2025).
[irp]
General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Madura Bali (UIT JMB) mengungkapkan bahwa saat ini, pasokan listrik Bali menghadapi situasi cukup kritis seiring meningkatnya permintaan, terutama dari sektor pariwisata dan perhotelan. Saat ini, sekitar 30 persen pasokan listrik Bali masih bergantung pada sistem Paiton, Jawa Timur.
Untuk memperkuat sistem, PLN menegaskan perlunya:
[irp]
Dari sisi inovasi digital, General Manager PLN ICON Plus Regional Bali dan Nusa Tenggara, Anton, menjelaskan peran strategis anak perusahaan PLN dalam mendukung percepatan transisi energi:
[irp]
Kolaborasi antara Kejati Bali dan PLN ini diharapkan dapat mempercepat realisasi sistem kelistrikan yang andal, efisien, dan ramah lingkungan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Bali.
Editor: Rudi