Kembali Pimpin Kwarcab Pramuka Denpasar, Arya Wibawa Fokus pada Karakter, Budaya, dan Lingkungan
Ironi Pelabuhan Sampalan: Dibangun Ratusan Miliar, Fasilitas Toilet Justru Jorok dan Tak Berfungsi
Foto: Kondisi toilet Pelabuhan Sampalan Nusa Penida yang kotor dan terbungkus plastik menunjukkan kurangnya perawatan.

NUSA PENIDA, Letternews.net – Di balik kemegahan Pelabuhan Sampalan yang menjadi ikon baru pariwisata Nusa Penida, tersimpan potret “gelap” fasilitas publik yang memprihatinkan. Pelabuhan yang masuk dalam proyek strategis Segitiga Emas ini tengah disorot tajam setelah viralnya keluhan masyarakat terkait kondisi toilet yang sangat tidak layak.
Keluhan tersebut mencuat melalui akun Facebook Duta Sastradinatha pada Rabu (8/4/2026). Saat hendak menyeberang menuju Pelabuhan Tribuana, ia mendapati fasilitas toilet di pelabuhan tersebut dalam kondisi rusak dan sangat kotor.
“Tempat buang air kecil terbungkus plastik dan terikat—tidak berfungsi. Area WC sangat jorok, lantai kotor kehitaman, dan banyak sampah seperti tidak dibersihkan berbulan-bulan. Bahkan tidak ada air untuk menyiram,” ungkap Duta dalam unggahannya.
Kondisi ini dirasa sangat ironis mengingat setiap wisatawan yang tiba di Pelabuhan Sampalan diwajibkan membayar retribusi daerah. Dana pembangunan pelabuhan yang mencapai ratusan miliar rupiah dianggap tidak sebanding dengan pemeliharaan fasilitas dasar bagi penumpang dan wisatawan.
“Masak pelabuhan yang dibangun dengan dana ratusan miliar kekene (begini) toilet-ne, mimih dewa ratu. Di mana tanggung jawab pihak pengelola pelabuhan?” keluhnya dalam narasi media sosial tersebut.
Setiap harinya, Pelabuhan Sampalan melayani ratusan hingga ribuan wisatawan mancanegara dan domestik. Minimnya perawatan fasilitas publik ini dikhawatirkan akan mencoreng kenyamanan pengunjung serta menurunkan kredibilitas Nusa Penida sebagai destinasi wisata unggulan dunia.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat mendesak pihak pengelola Pelabuhan Sampalan untuk segera melakukan perbaikan total dan memastikan kebersihan fasilitas publik terjaga secara konsisten demi kenyamanan bersama.
Editor: Rudi.







