Regenerasi Petani: Tani Muda Indonesia Bali Siap Dilantik, Fokus pada Ekonomi Kerakyatan
Internet Seluler Off Saat Nyepi 2026, Gede Pramana: WiFi Rumah Normal, Esensi Nyepi Kembali ke Diri Sendiri
Foto: Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali Gede Pramana

DENPASAR, Letternews.net– Menjelang pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1948 yang jatuh pada Kamis (19/3/2026), Pemerintah Provinsi Bali kembali menerapkan kebijakan penonaktifan layanan data seluler dan siaran televisi selama 24 jam. Kebijakan ini bertujuan untuk mendukung kekhusyukan umat Hindu dalam menjalankan Catur Brata Penyepian.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kadiskominfos) Provinsi Bali, Gede Pramana, menjelaskan bahwa pola yang diterapkan masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Fokus utama pembatasan adalah pada paket data di telepon seluler.
Data Seluler Off, Telepon dan SMS On
“Bukan sinyalnya yang dimatikan, tapi paket datanya. Untuk layanan telepon seluler dan SMS masih bisa digunakan secara normal,” ujar Gede Pramana pada Senin (2/3/2026).
Terkait akses internet melalui WiFi rumah tangga, ia memastikan tidak akan ada pemutusan maupun penurunan kecepatan. Sepanjang tidak ada gangguan teknis dari penyedia layanan (provider), koneksi WiFi di rumah akan tetap berfungsi sebagaimana mestinya.
Layanan Vital Tetap Terkoneksi
Kebijakan penonaktifan ini dikecualikan bagi objek-objek vital dan fasilitas publik strategis. Layanan kesehatan (rumah sakit), keamanan (kepolisian/TNI), kebencanaan, dan instansi penting lainnya akan tetap mendapatkan akses konektivitas berkelanjutan melalui mekanisme perizinan resmi.
Sementara itu, untuk siaran televisi lokal di Bali, Gede Pramana menegaskan akan tetap dimatikan total. “Kalau televisi di Bali khususnya, dimatikan siarannya. Itu merupakan permintaan dari pemerintah daerah sebagai bentuk penghormatan,” imbuhnya.
Esensi Nyepi di Era Digital
Menanggapi pertanyaan publik mengenai potensi WiFi rumah yang dapat mengganggu kekhusyukan Nyepi, Gede Pramana memberikan pandangan bijak. Menurutnya, meski secara teknis WiFi tetap aktif, esensi dari perayaan Nyepi kembali kepada kesadaran dan ketaatan masing-masing individu.
“Artinya kembali kepada kita sendiri. Walaupun secara teknis tidak ada larangan (mematikan WiFi), jika kita sebagai umat yang taat, tentu kita akan membatasi penggunaannya untuk fokus pada penyepian,” tandasnya.
Editor: Rudi.







