LetterNews
03 November 2026
06:06 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
13 October 2026 23:48 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Rudianto | Dipublikasikan: 13 October 2026, 23:48 WITA

Inovasi Paving Blok Sampah Plastik dan Daun Bambu, STKIP Citra Bakti Sulap Pemuda Desa Beiwali Jadi Pelopor Lingkungan

Solusi Pengabdian Kampus Berpendanaan Kemendiktisaintek 2026: Ubah Limbah Jadi Produk Vokasional Bernilai Guna dan Berdaya Saing

Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dipimpin oleh Dr. Ngurah Mahendra Dinatha, S.Pd., M.Si. (dosen PJKR STKIP Citra Bakti) bersama anggota tim Dr. Dimas Qondias, M.Pd. (dosen PGSD) dan Fransiskus Xaverius Dolo, M.Pd. (dosen Pendidikan IPA).

NGADA, Letternews.net – Tim pengabdian kepada masyarakat dari STKIP Citra Bakti meluncurkan program inovasi pengelolaan lingkungan bertajuk “Pengelolaan Sampah Berkelanjutan: Konversi Sampah Plastik dan Daun Bambu Menjadi EcoFusion Paving Blok”. Program ini ditujukan untuk memberdayakan Kelompok Pemuda Desa Beiwali, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dipimpin oleh Dr. Ngurah Mahendra Dinatha, S.Pd., M.Si. (dosen PJKR STKIP Citra Bakti) bersama anggota tim Dr. Dimas Qondias, M.Pd. (dosen PGSD) dan Fransiskus Xaverius Dolo, M.Pd. (dosen Pendidikan IPA).

Mitra sasaran utama kegiatan ini adalah Kelompok Pemuda Desa Beiwali yang diketuai oleh Yoseph Eduardus Nono dengan anggota sebanyak 20 pemuda. Kelompok ini diarahkan untuk menjadi motor penggerak perubahan dalam memilah, mengolah, dan menyulap limbah domestik menjadi produk EcoFusion Paving Blok yang bermanfaat bagi pembangunan desa.

“Persoalan sampah tidak cukup diselesaikan hanya dengan membuang atau mengangkut. Program EcoFusion Paving Blok hadir sebagai solusi yang lebih produktif, edukatif, dan berorientasi pada keberlanjutan bagi pemuda desa,” terang Dr. Ngurah Mahendra Dinatha.

Inovasi Teknologi Sederhana: Daur Ulang Plastik dan Daun Bambu untuk Fasilitas Publik

Pelaksanaan program mencakup dua aspek utama yang diselesaikan, yakni aspek produksi teknis dan aspek sosial kemasyarakatan. Pelatihan digelar secara terstruktur mulai dari tahap sosialisasi, pemilahan, pencacahan, hingga praktik peleburan dan pencetakan paving blok secara mandiri.

Secara teknis, teknologi EcoFusion Paving Blok memanfaatkan lelehan sampah plastik sebagai bahan pengikat (binder) utama yang dicampur dengan limbah daun bambu kering sebagai bahan pengisi pendukung. Hasil cetakannya dapat langsung dimanfaatkan untuk perkerasan jalur pejalan kaki, halaman sekolah, hingga fasilitas umum desa.

Program pengabdian masyarakat ini berhasil terlaksana berkat dukungan penuh pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun Pendanaan 2026.

Ketua LPPM STKIP Citra Bakti, Yasinta Maria Fono, M.Pd., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian tim pengabdian dan komitmen pemuda Desa Beiwali.

“Melalui program EcoFusion Paving Blok, Pemuda Desa Beiwali diharapkan menjadi pelopor pengelolaan sampah berkelanjutan. Jika konsisten, program ini berpotensi menjadi model pemberdayaan masyarakat yang realistis dan dapat direplikasi di wilayah lain,” ungkap Yasinta Maria Fono.