
DENPASAR, Letternews.net – Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan agar PT Jamkrida Bali Mandara tidak kehilangan jati diri dan ide dasar pendiriannya sebagai lembaga penjaminan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penegasan tersebut disampaikan dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, pada perayaan HUT ke-15 sekaligus rebranding PT Jamkrida Bali Mandara di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Senin (10/8/2026).
Gubernur Koster mengingatkan bahwa BUMD ini didirikan sejak 2010 untuk menjembatani UMKM yang memiliki usaha layak namun terkendala akses ke perbankan atau lembaga keuangan.
“Pemerintah daerah hadir melalui lembaga penjaminan PT Jamkrida Bali Mandara untuk menutupi kelemahan UMKM sehingga mereka dapat mengakses produk-produk keuangan. Jangan sampai kita melupakan idealisme atas keberadaan lembaga ini,” tegas Gubernur Koster.
[irp]
Sekda Bali Dewa Made Indra menambahkan, jumlah UMKM yang mendapat fasilitas penjaminan terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini membuktikan tingginya kebutuhan masyarakat sekaligus menunjukkan kondisi PT Jamkrida Bali Mandara yang sangat sehat. Dewa Indra pun mendorong seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Bali untuk semakin memperkuat kerja sama permodalan dengan Jamkrida.
Dukungan positif ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Hasil survei internal mencatat lebih dari 85 persen UMKM merasakan manfaat nyata, 92,2 persen merasa lebih mudah menjalin kerja sama bisnis baru, dan 90,9 persen mampu meningkatkan pemasaran serta variasi produk.
Beberapa poin penting dalam momentum HUT ke-15 PT Jamkrida Bali Mandara meliputi:
Komitmen Manajemen: Dirut PT Jamkrida Bali Mandara, A.A. Ngurah Adhi Ardhana, menegaskan komitmen perusahaan untuk memperluas akses penjaminan UMKM serta memberi kontribusi nyata bagi masyarakat melalui program sosial dan ekonomi.
[irp]
Filosofi Logo Baru: Rebranding ditandai dengan peluncuran logo baru yang memuat siluet candi bentar (keterbukaan/kepercayaan), monogram “J”, formasi upward trend (pertumbuhan), tiga pilar candlestick (terjamin, penjamin, kreditur), serta kemiringan 10 derajat yang melambangkan konsorsium Pemprov Bali dan 9 Kabupaten/Kota.
Penyaluran CSR & Token Apreasiasi: Penyerahan bantuan CSR diberikan kepada UMKM ekosistem digital (Onishop dan Prada Tekno), serta token appreciation untuk mitra strategis seperti PT Bank BPD Bali, Perbarindo Bali, BKS LPD Bali, Gapensi, dan Dekopinwil Bali.
Editor: Rosy