Diduga Produksi Konten Pornografi di Kamar Hotel, Pasangan Asal Kediri Digerebek Polres Tulungagung
Harumkan Nama Bali di Kancah Internasional, Kontingen Sako Ma’arif NU Borong 3 Penghargaan di ICSA 2025
Foto: Kontingen Bali MA Al Ma’ruf Denpasar borong 3 juara di Kemah Internasional Scouting for Peace & Humanity 2025. Simak prestasi dan pesan perdamaian dari Kwarda Bali.

PASREPAN, Letternews.net – Kontingen Pramuka Sako Pandu Ma’arif NU daerah Bali dari MA Al Ma’ruf Denpasar mencetak prestasi gemilang dalam ajang internasional Scouting for Peace & Humanity (Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Internasional). Kegiatan yang berlangsung pada 15-20 Desember 2025 di Bumi Perkemahan Pondok Pesantren Ar-Raudhoh, Tambakrejo, Pasrepan, sukses menjadi panggung pembuktian bagi pramuka muda Bali.
Perkemahan ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan ajang prestisius yang diikuti oleh kontingen dari berbagai Negara Anggota ASEAN.
Borong Juara: Bali Unggul di Kebersihan hingga Literasi
Pembina sekaligus Bindamping Sako Pandu Ma’arif NU Kontingen Bali, Sulastri Ramadayanti, S.Akun, mengungkapkan rasa bangganya atas dedikasi para peserta. Bali berhasil membawa pulang tiga penghargaan utama dalam perlombaan nasional dan internasional ini:
-
Juara 1 Terbaik K3 (Kebersihan, Kerapihan, dan Keindahan Kontingen).
-
Juara 1 Melukis dengan Tema Perdamaian dan Kemanusiaan.
-
Juara 3 Literasi Essay Perdamaian dan Kemanusiaan.
“Kami sangat bangga. Keikutsertaan kami bukan hanya membawa nama pribadi atau sekolah, tetapi membawa nama Bali dan NKRI di mata dunia melalui ajang perdamaian ini,” ujar Sulastri Ramadayanti.
Kesuksesan ini didukung oleh tim bindamping yang solid, terdiri dari Sulastri Ramadayanti, S.Akun, Maulida Agustin Kamilia, M.Pd, Mamang Fadurai, M.Pd.I, dan Ifan Fadila, S.Hum.
Pesan Strategis: Pramuka Sebagai Pandu Perdamaian Dunia
Ketua Sako Ma’arif Bali, Khaerul Anwar, S.Pd.I, menegaskan bahwa perkemahan ini sangat krusial dalam membentuk karakter kepemimpinan dan memperluas cara pandang global generasi muda.
Sementara, Rudianto, Sekretaris Bidang Sako, Saka, dan Gugus Darma Kwarda Bali, berharap Pramuka Ma’arif NU terus mengambil peran strategis sebagai pandu bangsa.
“Nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian tidak tumbuh dengan sendirinya, melainkan perlu ditanamkan sejak dini di gugus depan. Kegiatan ini adalah ruang untuk memperkokoh komitmen menjaga perdamaian antar-sesama maupun lingkungan,” ungkap Rudianto.
Rudianto juga mengingatkan pentingnya menyikapi era digital dengan bijak. Menurutnya, teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana positif untuk memperkuat nilai-nilai kepramukaan guna menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.
Editor: Lil







