Harmoni di Balik Perayaan Ganda: Wawali Arya Wibawa Perkuat Sinergi Desa Adat Kawal Nyepi dan Idul Fitri
Foto: Wakil Walikota Denpasar Arya Wibawa pimpin rakor bersama Bendesa se-Kota Denpasar. Tekankan sinergi pengamanan rangkaian Nyepi Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 H.
DENPASAR, Letternews.net – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, mengajak seluruh pemangku kepentingan, terutama Desa Adat, untuk mempererat koordinasi guna menjaga keamanan dan kondusifitas menjelang rangkaian Hari Suci Nyepi Caka 1948. Seruan ini menjadi krusial mengingat perayaan Nyepi tahun ini beriringan dengan suasana bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Hal tersebut ditegaskan Wawali Arya Wibawa saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Pengamanan Nyepi bersama Bendesa se-Kota Denpasar di Wantilan Pura Dalem Bungkeneng, Desa Adat Tonja, Kamis (12/3/2026).
Prioritas Keamanan di Tengah Keberagaman
Rangkaian Hari Suci Nyepi yang meliputi prosesi Melasti, Tawur Agung Kesanga, Malam Pangerupukan (Pawai Ogoh-ogoh), hingga Ngembak Geni, tahun ini menuntut perhatian ekstra. Irisan waktu dengan perayaan Idul Fitri memerlukan penyamaan persepsi agar toleransi antarumat beragama di Denpasar tetap terjaga.
“Keamanan dan ketertiban adalah prioritas utama. Kita harus memastikan seluruh tahapan perayaan berlangsung aman dan damai, dengan tetap menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat kita,” ujar Arya Wibawa.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Denpasar berperan sebagai fasilitator, sementara teknis pelaksanaan di lapangan sepenuhnya dipercayakan kepada kearifan lokal Desa Adat melalui pararem, awig-awig, dan desa mawecara.
Peran Strategis Desa Adat
Ketua Forum Bendesa Kota Denpasar, Wayan Eka Yana, menyambut baik koordinasi ini. Menurutnya, rapat ini menjadi wadah untuk mengatur aspek non-teknis seperti jadwal Melasti dan rute pengarakan Ogoh-ogoh guna menghindari potensi kerawanan.
“Ini adalah momentum penting untuk meningkatkan peran Desa Adat dalam mengoordinasikan hari suci keagamaan secara berdampingan. Saling menghargai tradisi adalah kunci kedamaian di Denpasar,” jelas Eka Yana.
Penanganan Sampah dan Apresiasi Bendesa
Selain masalah keamanan, pertemuan ini juga membahas isu lingkungan. Wawali Arya Wibawa menekankan bahwa sampah adalah tanggung jawab bersama. Desa Adat diharapkan mampu menggugah kesadaran masyarakat dalam memilah sampah di tingkat rumah tangga.
Sebagai wujud nyata, dalam acara tersebut diserahkan bantuan bag komposter kepada seluruh Bendesa se-Denpasar. Selain itu, Pemkot Denpasar juga memberikan penghargaan kepada para Bendesa yang telah purna tugas atas dedikasi mereka menjaga adat dan budaya di Kota Denpasar.
Editor: Rudi.








