LetterNews
03 November 2026
00:07 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
12 March 2026 09:09 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 12 March 2026, 09:09 WITA

Gandeng Investor Tiongkok, Bali Siap Bangun Pengolahan Sampah Energi Listrik Berstandar Eropa

Foto: Gubernur Bali Wayan Koster matangkan proyek PSEL Denpasar bersama investor Tiongkok. Target groundbreaking Juni 2026 dengan teknologi ramah lingkungan standar Eropa.

DENPASAR, Letternews.net – Gubernur Bali, Wayan Koster, mengambil langkah progresif untuk menuntaskan persoalan sampah di Pulau Dewata. Dalam pertemuan strategis bersama pemerintah pusat, Danantara, dan investor asal Tiongkok, Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd, Koster mematangkan percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Denpasar.

Pertemuan yang berlangsung pada Rabu (11/3/2026) ini juga dihadiri oleh Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, dan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa. Sinergi lintas level pemerintahan ini menunjukkan keseriusan Bali dalam mengadopsi teknologi Waste-to-Energy (WtE).

[irp]

Bali Siap Menjadi Prioritas

Gubernur Koster menegaskan bahwa seluruh aspek teknis di lapangan telah siap, mulai dari ketersediaan lahan hingga dukungan masyarakat. “Kami di Bali sudah satu tim. Lahan sudah siap, akses ada, dan masyarakat sudah setuju. Sekarang tinggal eksekusi,” tegas Koster.

Dukungan penuh dari pemerintah provinsi dan daerah diharapkan dapat memangkas birokrasi sehingga proyek yang sangat dinantikan masyarakat pariwisata ini berjalan efektif sesuai timeline.

[irp]

Target Groundbreaking Juni 2026

Deputi Bidang Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan, Nani Hendiarti, mengungkapkan bahwa PSEL Bali masuk dalam batch pertama pembangunan nasional. Rencananya, penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) akan dilakukan pada 6 April mendatang, disusul dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada akhir Juni 2026.

“Kami butuh komitmen volume sampah harian yang pasti untuk diolah. Dukungan Pemda sangat krusial agar operasional transisi pasca-penutupan TPA berjalan mulus,” kata Nani.

[irp]

Teknologi Canggih Standar Eropa

Menepis kekhawatiran polusi, pihak Zhejiang Weiming memastikan PSEL Bali akan menggunakan teknologi tinggi dengan standar emisi Eropa. Fasilitas ini mengusung sistem zero limbah air (lindi), di mana seluruh residu akan diproses maksimal.

Bahkan, sisa pembakaran yang dihasilkan dapat didaur ulang menjadi material konstruksi seperti conblock dan paving block. Guna mendukung ekosistem modern, investor juga akan menyediakan truk listrik sebagai armada pengangkut sampah.

Dengan terealisasinya proyek ini, Bali diproyeksikan menjadi model percontohan nasional dalam pengelolaan sampah terpadu skala besar yang ramah lingkungan.

Editor: Rudi.