
DENPASAR, Letternews.net – Tradisi menerbangkan layang-layang (melayangan) sebagai warisan budaya adiluhung di Pulau Dewata bersiap memasuki panggung megah tahunan. Memasuki hari pertama pembukaan pendaftaran pada Kamis (21/5/2026), ajang bergengsi Bali Kite Festival ke-48 Tahun 2026 langsung diserbu oleh ratusan pencinta layang-layang atau yang karib disapa Rare Angon. Mereka bergerak cepat mendaftar demi mengamankan nomor urut dan jadwal jam terbang terbaik.
Ajang kolosal yang dinakhodai oleh Asosiasi Layang-Layang Bali (Pelangi Bali) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali ini mendapatkan apresiasi tinggi dari Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana.
“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi penyelenggaraan Bali Kite Festival ke-48 ini. Kegiatan ini bukan sekadar rekreasi, melainkan ruang komunal yang sangat efektif dalam melestarikan tradisi adat, seni kriya, dan budaya Bali di tengah modernisasi,” ungkap Ida Bagus Alit Suryana.
BACA JUGA:Polisi Tangkap Pelaku Pelecehan Anak
[irp]
Tahun ini, Bali Kite Festival ke-48 mengusung tema filosofis yang sangat mendalam, yaitu “Atma Kerti: Sukma Shanti Jagadhita”. Tema ini merepresentasikan penyucian jiwa guna mewujudkan kedamaian batin menuju kesejahteraan alam semesta beserta isinya.
Event budaya berskala besar ini dijadwalkan mengangkasa selama dua hari penuh, yakni pada 6–7 Juni 2026, bertempat di bentang pantai angin kencang Pantai Padanggalak, Kesiman, Denpasar Timur.
Lebih dari sekadar festival biasa, para perajin dan pelayang dari seluruh penjuru Bali akan berkompetisi secara ketat demi memperebutkan 3 Piala Bergilir Gubernur Bali untuk tiga kategori layangan tradisional paling sakral:
Bebean (Layangan berbentuk ikan ikonik Bali).
Pecukan (Layangan berbentuk daun berlekuk yang membutuhkan keahlian kemudi tinggi).
Janggan (Layangan suci berwujud naga dengan ekor kain menjuntai panjang).
[irp]
Panitia penyelenggara membagi perlombaan ke dalam beberapa klaster kelompok umur, ukuran layangan, serta variasi bentuk kreasi demi menjamin keadilan penilaian. Berikut rincian teknis perlombaan:
Bebean
Pecukan
Janggan Buntut
Janggan
Bebean, Pecukan, dan Janggan Buntut
Janggan (Ukuran 4 Meter hingga Terbuka)
Kreasi: Kategori Flat dan 3 Dimensi (Open)
Bebean Ukuran Besar (Ukuran 6 Meter hingga Terbuka)
Janggan Buntut Big Size (Ukuran 6 Meter hingga Terbuka)
Kompetisi Pindekan (Baling-baling tradisional Bali) | Biaya: Rp100.000,-
[irp]
Bagi para Rare Angon se-Bali yang ingin unjuk gigi, proses registrasi resmi dilayani mulai 21 Mei hingga 3 Juni 2026. Pendaftaran dipusatkan langsung di Pasar Sumuh, Jl. Pulau Misol No. 62, Dauh Puri Kauh, Denpasar Barat setiap pukul 16.00 hingga 22.00 WITA.
Untuk kelancaran administrasi, para pendaftar diwajibkan membawa salinan (fotokopi) KTP. Informasi lebih lanjut dan konfirmasi tiket terbang dapat menghubungi narahubung resmi panitia lewat Gung Wahyu (089513381721) atau Alit Dwi Karma (081236513229).
Penyelenggaraan acara akbar ini disokong penuh oleh deretan sponsor strategis seperti Bank BPD Bali dan Bank Indonesia, serta dikawal oleh puluhan media lokal terkemuka di Bali. Jadi, tunggu apa lagi? Segera siapkan pasukan seka, pilih jam terbang terbaik, dan daftarkan layangan terbaik kalian di panggung langit Padanggalak!
Editor: Rudi.