LetterNews
02 November 2026
20:08 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
08 October 2026 23:47 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Rudianto | Dipublikasikan: 08 October 2026, 23:47 WITA

Hadiri Karya Ngenteg Linggih Pura Sekar Jepun, Wawali Arya Wibawa Tegaskan Komitmen Pemkot Jaga Adat dan Tradisi Bali

Perkuat Sinergi Pemerintah dan Desa Adat Kerobokan: Momentum Tingkatkan Sradha Bhakti serta Pelestarian Budaya Leluhur

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri rangkaian upacara Karya Ngenteg Linggih, Nila Pati, Pedudusan Alit, dan Wraspati Kalpa di Pura Sekar Jepun, Tangkas Kori Agung, Desa Adat Kerobokan (8/10/2026). Foto: Hum

DENPASAR, Letternews.net – Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri rangkaian Karya Ngenteg Linggih, Nila Pati, Pedudusan Alit, dan Wraspati Kalpa di Pura Sekar Jepun, Tangkas Kori Agung, Desa Adat Kerobokan, Kamis (8/10/2026). Kehadiran Wawali Arya Wibawa menjadi bentuk nyata dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan sekaligus penguat sinergi antara pemerintah dan desa adat dalam menjaga keberlanjutan adat, agama, tradisi, serta budaya Bali.

Ketua Panitia Karya, I Wayan Sarjana Putra, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian upacara telah dimulai sejak 1 Oktober 2026 yang diawali dengan prosesi Matur Piuning Karya. Tahapan dilanjutkan dengan upacara Ngingsah pada Kamis (8/10/2026) sebagai persiapan menyambut tahapan suci berikutnya.

“Rangkaian karya sudah dimulai sejak 1 Oktober dengan Matur Piuning. Hari ini dilaksanakan upacara Ngingsah, kemudian pada 10 Oktober mendatang dilanjutkan dengan Pecaruan Rsi Gana,” jelas I Wayan Sarjana Putra.

Ia menambahkan, puncak Karya Ngenteg Linggih bakal dilaksanakan pada 14 Oktober 2026 mendatang. Seluruh prosesi keagamaan tersebut nantinya akan diakhiri dengan upacara Penyineban pada 16 Oktober 2026.

Apresiasi Kebersamaan Krama demi Pelestarian Kearifan Lokal

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat gotong royong dan kebersamaan krama dalam menyukseskan karya suci ini. Menurutnya, pelaksanaan upacara keagamaan tidak sekadar wujud sradha dan bhakti, tetapi juga benteng utama pelestarian kearifan lokal.

“Pemerintah Kota Denpasar tentu memberikan apresiasi atas semangat kebersamaan krama dalam melaksanakan karya ini. Kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam menjaga adat, tradisi, dan budaya Bali agar tetap hidup serta diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Arya Wibawa.

Wawali menambahkan bahwa Pemkot Denpasar berkomitmen untuk terus mendampingi dan mendukung berbagai aksi kemasyarakatan yang berlandaskan nilai-nilai religius serta kebudayaan. Keterpaduan antara pemerintah, desa adat, dan krama menjadi pilar utama dalam mewujudkan pembangunan Kota Denpasar yang berkesinambungan tanpa merusak akar budaya setempat.