
BADUNG, Letternews.net – Pemerintah Provinsi Bali menunjukkan keseriusan luar biasa dalam menjaga estetika pesisir sebagai wajah pariwisata dunia. Gubernur Bali, Wayan Koster, secara tegas meminta Pemerintah Kabupaten Badung segera membentuk satuan tugas (satgas) khusus penanganan sampah kiriman yang siaga penuh setiap hari tanpa mengenal waktu.
Pernyataan keras ini disampaikan Gubernur Koster saat mendampingi Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dan Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, dalam aksi korve bersih-bersih sampah laut di Pantai Kedonganan, Jumat (06/02/2026).
[irp]
Gubernur Koster menilai pola kerja manual dan terbatasnya waktu operasional petugas selama ini membuat penanganan sampah laut tidak optimal. Pada musim hujan, sampah kiriman bisa datang kapan saja mengikuti arus laut.
“Setiap saat harus ada petugas di sini. Truk ada, alat berat ada. Begitu sampah datang langsung diambil, dikumpulkan, diangkut ke truk, lalu dibawa ke TPA. Tidak boleh menunggu sampai menumpuk!” tegas Koster saat diwawancarai di Pantai Kedonganan.
Ia menekankan bahwa sistem penjagaan rutin dan respons cepat adalah harga mati agar pantai di Bali tetap bersih setiap saat, demi menjaga kepercayaan wisatawan mancanegara.
[irp]
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat sampah. Ia memperingatkan pemerintah daerah agar tidak main-main dalam urusan pengelolaan limbah.
“Sesuai UU Nomor 18 Tahun 2008, pemerintah daerah yang lalai dalam pengelolaan sampah dapat dikenai sanksi pidana dengan ancaman 4 hingga 10 tahun penjara,” tegas Hanif. Ia mengingatkan bahwa Bali adalah etalase nasional; jika Bali kotor, citra pariwisata Indonesia di mata dunia akan hancur.
[irp]
Aksi bersih-bersih ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Kegiatan dilakukan serentak di Pantai Kelan, Kedonganan, dan Jimbaran.
Menteri Pariwisata Widiyanti Wardhana turut mengapresiasi partisipasi luas dari akademisi Universitas Udayana, komunitas lingkungan, hingga perwakilan diplomatik dari Inggris, Kanada, Denmark, dan Belanda.
“Citra Indonesia sebagai destinasi global sangat lekat dengan Bali. Kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan pariwisata kita tetap berkelanjutan,” pungkas Menpar Widiyanti.
Editor: Rudi.