Gebrakan awal 2026: Kesbangpol Bali Luncurkan “GERWASKAN”, Satukan Wawasan Kebangsaan dengan Aksi Nyata Lingkungan

 Gebrakan awal 2026: Kesbangpol Bali Luncurkan “GERWASKAN”, Satukan Wawasan Kebangsaan dengan Aksi Nyata Lingkungan

Foto: Gebrakan Kesbangpol Bali di awal 2026 meluncurkan GERWASKAN. Fokus pada penguatan ideologi, pengelolaan sampah, dan wisata edukasi sesuai Permendagri No. 71/2012.

DENPASAR, Letternews.net – Mengawali tahun 2026 dengan semangat inovasi, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali meluncurkan program GERWASKAN. Sebuah inisiatif terintegrasi yang memadukan penguatan ideologi dengan aksi nyata di lapangan, mulai dari pengelolaan sampah hingga wisata edukasi tour yang berkarakter.

Mewakili Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bali, Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa, I Komang Kusumaedi, menyatakan bahwa program ini merupakan langkah terencana untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air melalui keterlibatan langsung stakeholders dan masyarakat pada Jumat (09/01/2026).

BACA JUGA:  Sandra Dewi Belum Bisa Jenguk Harvey Moeis

Implementasi PPWK Berdasarkan Permendagri

Program GERWASKAN adalah wujud nyata implementasi Badan Kesbangpol Bali sebagai Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK). Hal ini sesuai dengan amanat Permendagri Nomor 71 Tahun 2012 tentang Pedoman Pendidikan Wawasan Kebangsaan.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan gebrakan berkelanjutan untuk memperkuat komitmen kebangsaan dalam kehidupan bernegara. Kami mengemasnya secara dinamis agar nasionalisme terasa lebih hidup di tengah tantangan zaman,” ujar Komang Kusumaedi.

BACA JUGA:  KPK OTT Empat Oknum Kejari Bondowoso

Nasionalisme Melalui Pengelolaan Sampah & Wisata Tour

Menariknya, dalam visi GERWASKAN 2026, wawasan kebangsaan tidak hanya dibicarakan di dalam ruang kelas. Kesbangpol Bali mendorong konsep nasionalisme positif melalui tanggung jawab lingkungan dan pariwisata berbudaya.

  1. Pengelolaan Sampah: Sebagai cermin karakter bangsa yang disiplin dan mencintai alam (Palemahan).

  2. Wisata Tour Edukatif: Mengajak elemen bangsa mengenal kekayaan sejarah dan keberagaman Bali sebagai kekuatan persatuan.

BACA JUGA:  Ny. Antari Jaya Negara Buka Sosialisasi Program Jaminan Ketenagakerjaan Bagi Tenaga Pendidik TK dan PAUD

Membangun Karakter Bangsa yang Kuat

Dalam kesempatan tersebut, Komang Kusumaedi menegaskan bahwa wawasan kebangsaan dan nasionalisme adalah dua konsep yang tidak terpisahkan. Nasionalisme yang positif mendorong individu untuk berperan aktif dalam pembangunan bangsa.

“Wawasan kebangsaan menanamkan kesadaran menjaga keberagaman, sementara nasionalisme adalah motor penggerak kesetiaan terhadap negara. Keduanya adalah landasan untuk membangun karakter bangsa yang menjunjung tinggi persatuan, toleransi, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Dengan adanya GERWASKAN, Pemerintah Provinsi Bali melalui Kesbangpol berharap dapat menciptakan ekosistem sosial yang solid, di mana masyarakatnya cerdas secara ideologi dan peduli secara ekologi.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: