OJK: Stabilitas Sektor Keuangan Tetap Tangguh Hadapi Tantangan Ekonomi Global 2026
Foto: Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi

JAKARTA, Letternews.net – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) nasional tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Januari 2026, OJK optimis bahwa penguatan kebijakan domestik dan ketahanan pasar modal mampu menjadi bantalan menghadapi perlambatan ekonomi global tahun ini.
Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi, mengungkapkan bahwa meskipun lembaga multilateral memproyeksikan pertumbuhan global melandai di bawah rata-rata pra-pandemi, ekonomi Indonesia justru menunjukkan sinyal positif.
Pasar Modal Cetak Rekor: IHSG Tembus Level Tertinggi Baru
Pasar modal Indonesia menutup tahun 2025 dengan rapor hijau. IHSG parkir di level 8.646,94, menguat 22,13% (yoy) dengan rekor All-Time High (ATH) sebanyak 24 kali sepanjang tahun.
Beberapa poin krusial di pasar modal meliputi:
-
Dominasi Ritel: Proporsi transaksi investor ritel melonjak dari 38% menjadi 50%.
-
Likuiditas Melimpah: Rerata Nilai Transaksi Harian (RNTH) konsisten di atas Rp20 triliun sejak Agustus 2025.
-
Jumlah Investor: Mencapai 20,36 juta orang, tumbuh signifikan sebesar 36,95% secara tahunan.
Perbankan Solid: Kredit Investasi Tertinggi dalam 10 Tahun
Sektor perbankan mencatatkan kinerja intermediasi yang solid. Kredit tumbuh 7,74% (yoy) menjadi Rp8.314,48 triliun. Menariknya, Kredit Investasi tumbuh 17,98%, mencatatkan level tertinggi dalam satu dekade terakhir.
“Hal ini menunjukkan peran vital perbankan dalam membiayai ekspansi sektor riil untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang Indonesia,” ujar M. Ismail Riyadi. Dari sisi risiko, Non-Performing Loan (NPL) gross tetap terjaga di angka 2,21%, dengan permodalan (CAR) yang sangat kuat di level 26,05%.
Inovasi dan Penegakan Hukum: Aset Kripto & Judi Online
OJK juga terus memperkuat pengawasan pada sektor inovasi teknologi. Hingga Desember 2025, total nilai transaksi aset kripto mencapai Rp482,23 triliun. Di sisi lain, OJK bersikap tegas terhadap aktivitas ilegal dengan memblokir sekitar 31.382 rekening yang terkait dengan judi online.
Fokus Inklusi: GENCARKAN Jangkau 98% Wilayah Indonesia
Melalui program GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan), OJK telah menyelenggarakan lebih dari 58 ribu program edukasi yang menjangkau 98,05% kabupaten/kota di Indonesia. Kolaborasi ini juga mencakup peluncuran Buku Pedoman Literasi Keuangan bagi Penyandang Disabilitas guna mewujudkan inklusi keuangan yang merata menuju Indonesia Emas 2045.
Editor: Rudi.







