LetterNews
04 November 2026
19:39 WITA
BREAKING Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo Disorot, Mahfud MD Ingatkan Potensi Jeratan Pasal Makar Hingga Ancaman Hukuman Mati
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
29 May 2026 23:14 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 29 May 2026, 23:14 WITA

Ekonomi Tumbuh 5,58 Persen, Gubernur Wayan Koster Raih Penghargaan Tata Kelola Ekonomi Daerah Terbaik

Foto: Penghargaan prestisius ini diserahkan langsung oleh CEO Tribun Network (Tribunnews), Dahlan Dahi, kepada Gubernur Wayan Koster pada Jumat (29/5/2026) malam di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Lumintang, Denpasar.

DENPASAR, Letternews.net – Kepemimpinan Gubernur Bali, Wayan Koster, di periode kedua kembali menuai apresiasi tingkat nasional. Pemerintah Provinsi Bali dinilai sukses menorehkan performa impresif dalam menjaga stabilitas makroekonomi ditengah ketidakpastian global. Atas capaian tersebut, Gubernur Wayan Koster dianugerahi penghargaan bergengsi Tribun Bali Award 2026 untuk kategori “Tata Kelola Ekonomi Daerah Terbaik”.

Penghargaan prestisius ini diserahkan langsung oleh CEO Tribun Network (Tribunnews), Dahlan Dahi, kepada Gubernur Wayan Koster pada Jumat (29/5/2026) malam di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Lumintang, Denpasar.

[irp]

Sabet Penghargaan Nasional berkat Lompatan Pertumbuhan Ekonomi Bali

Tim penilai independen menaruh perhatian besar pada ketangguhan Pemprov Bali di bawah komando Wayan Koster dalam mengendalikan laju inflasi, menekan angka kemiskinan, serta mengoptimalkan sektor pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan.

Akselerasi ini terbukti dari data makro terbaru, di mana pertumbuhan ekonomi Bali berhasil melesat menyentuh angka 5,58 persen pada Triwulan I Tahun 2026. Angka ini melanjutkan tren positif tahun 2025 yang bertengger di angka 5,82 persen—menempatkan Bali di posisi lima besar nasional.

“Bukan penghargaan ini yang dicari, tetapi kerja nyata untuk Bali dan seluruh masyarakat Bali. Di periode kedua ini, sebelum berakhir pada 20 Februari 2030, saya harus kerja lebih cepat dan kerja lebih keras agar bisa meletakkan pondasi yang kokoh untuk Bali sesuai Haluan Pembangunan Masa Depan Bali 100 Tahun Bali Era Baru,” tegas Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng tersebut.

Gubernur Koster menambahkan, pertumbuhan ekonomi Bali saat ini murni ditopang oleh sektor pariwisata budaya dan industri kreatif, berbeda dengan empat provinsi di atasnya yang mengandalkan sektor ekstraktif pertambangan seperti minyak, gas, batubara, dan nikel. Kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) ke Bali sepanjang tahun 2025 bahkan menembus angka 7,05 juta orang dan menyumbang devisa fantastis senilai Rp 176,0 Triliun (55,0 persen devisa pariwisata nasional).

[irp]

Hulu Desa Adat Jadi Magnet Utama, Koster Dorong Ekonomi Kerthi Bali

Gubernur lulusan ITB ini mengingatkan bahwa kunci utama kekuatan ekonomi Bali terletak pada keunikan adat istiadat, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal yang dirawat secara konsisten di tingkat hulu melalui keberadaan Desa Adat.

“Inilah magnet pariwisata Bali. Jadi selain membangun infrastruktur strategis yang harus bagus, nomor satu di hulu yang harus dirawat adalah budaya sampai Desa Adat. Tanpa Desa Adat, kita tidak bisa merawat budaya Bali secara utuh. Bali harus bangga, karena kita satu-satunya provinsi di Indonesia yang mampu melestarikan Desa Adat,” urai Koster secara lugas.

Guna mewujudkan Bali Berdikari secara ekonomi agar tidak hanya bergantung pada satu sektor pariwisata, Koster menginisiasi peta jalan Transformasi Ekonomi Kerthi Bali. Strategi sirkular ini berfokus pada penguatan enam pilar utama di hilir, yakni sektor Pertanian organik, Kelautan/Perikanan, Industri manufaktur bersih, IKM/UMKM dan Koperasi, sektor Ekonomi Kreatif dan Digital, serta pariwisata berbasis budaya yang berkualitas dan berdaya saing global demi menyokong visi besar Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Editor: Rudi.