Ekonomi Bali Kian Tangguh: Kredit Perbankan Tumbuh, BI Siapkan Strategi Jinakkan Inflasi Jelang Hari Raya

 Ekonomi Bali Kian Tangguh: Kredit Perbankan Tumbuh, BI Siapkan Strategi Jinakkan Inflasi Jelang Hari Raya

Foto: Bank Indonesia Bali paparkan perkembangan ekonomi 2026: Kredit tumbuh 7,6%, pengguna QRIS tembus 1,13 juta, dan strategi jaga inflasi jelang Nyepi & Idul Fitri.

DENPASAR, Letternews.net – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bali kembali menggelar forum “BI Bincang Media” guna memaparkan potret ekonomi terkini Pulau Dewata. Dalam pertemuan yang digelar di Denpasar, Kamis (5/3/2026), BI mencatat optimisme tinggi pada penyaluran kredit serta percepatan digitalisasi sistem pembayaran yang kian masif.

Kepala KPw BI Bali, Erwin Soeriadimadja, mengungkapkan bahwa indikator intermediasi perbankan menunjukkan tren positif. Hingga Januari 2026, pertumbuhan kredit di Bali mencapai 7,6 persen (yoy), naik dari capaian Desember 2025 yang berada di angka 7,3 persen.

“Penurunan suku bunga acuan nasional sebesar 125 bps sepanjang 2025 telah berdampak pada turunnya suku bunga kredit di Bali yang kini rata-rata berada di kisaran 9,6 persen. Ini kabar baik untuk pembiayaan sektor-sektor potensial,” jelas Erwin.

BACA JUGA:  Bali Awali 2026 dengan Deflasi: Inflasi Terjaga di Angka 2,58%, Lebih Rendah dari Rata-Rata Nasional

Waspadai Inflasi Jelang Nyepi dan Idul Fitri

Dari sisi kestabilan harga, BI mencatat inflasi Bali pada Februari 2026 mencapai 3,89 persen (yoy). Kenaikan ini dinilai wajar karena adanya peningkatan permintaan masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yakni Nyepi dan Idul Fitri.

Beberapa komoditas pangan seperti beras, telur, dan daging ayam ras menjadi fokus pemantauan. Selain itu, BI mewaspadai risiko eksternal dari harga BBM global. “Setiap kenaikan BBM 1 persen berpotensi menyumbang inflasi 0,05 persen. Namun, kami bersama TPID telah menyiapkan strategi 3T (Tepat waktu, Tepat sasaran, Tepat jumlah) melalui operasi pasar murah,” tambahnya.

BACA JUGA:  Pemprov Bahas Potensi Kerjasama Antara Bali dan Ceko

Digitalisasi QRIS dan Sektor Pariwisata

Pariwisata tetap menjadi tulang punggung ekonomi Bali dengan kontribusi sekitar 40 persen. Menariknya, sektor ini kini semakin terdigitalisasi. Hingga tahun 2025, volume transaksi QRIS di Bali meledak hingga 172 juta transaksi dari 1,13 juta pengguna.

Tak hanya sektor ritel, pemerintah daerah juga kian digital. Sebanyak 53,35 persen penerimaan pajak di Bali sudah menggunakan kanal digital dengan realisasi mencapai Rp8,5 triliun.

BACA JUGA:  BPD Bali Kian Tangguh! DPRD Setujui Penambahan Modal Rp445 Miliar, Gubernur Koster: Perkuat Fiskal dan Ekonomi Rakyat

Perlindungan Wisatawan & Layanan Uang Layak Edar

Menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan, BI juga mengingatkan pentingnya bertransaksi di money changer berizin. Saat ini terdapat 140 penyelenggara berizin dengan nilai transaksi mencapai Rp22 triliun per tahun. Hal ini penting untuk menghindari penipuan yang merugikan citra pariwisata Bali.

Terakhir, menyambut HBKN, BI Bali memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar melalui layanan penukaran uang yang bekerja sama dengan perbankan di seluruh titik strategis di Bali.

Penulis: Oka
Editor: Rudi.

.

Bagikan: