LetterNews
03 November 2026
00:09 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
28 June 2026 23:13 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 28 June 2026, 23:13 WITA

Dihadiri Megawati Soekarnoputri, Penutupan Bulan Bung Karno 2026 di Sanur Jadi Momentum Bakar Semangat Ideologi Kader

Foto: Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri. Beliau tampak didampingi oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital, Prananda Prabowo.

DENPASAR, Letternews.net – Puncak perayaan Bulan Bung Karno Tahun 2026 yang diinisiasi oleh DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali berlangsung dengan sangat megah dan sarat akan makna ideologis. Acara penutupan yang dipusatkan di Bali Beach Convention Center, The Meru, Sanur, Kota Denpasar pada Minggu (28/6/2026) ini dihadiri langsung oleh sejumlah tokoh penting nasional dan daerah.

Hadir di tengah-tengah kader, Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri. Beliau tampak didampingi oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital, Prananda Prabowo.

Turut menyambut kedatangan rombongan pusat, yakni Gubernur Bali sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Wayan Koster, bersama Wakil Gubernur Bali yang juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung, I Nyoman Giri Prasta.

[irp]

Wayan Koster: Bulan Bung Karno Bukan Nostalgia, Tapi Aktualisasi Gagasan

Dalam laporan dan sambutannya, Wayan Koster menegaskan bahwa momentum penting ini bukan sekadar prosesi seremonial penutupan rangkaian kegiatan. Lebih dari itu, agenda ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kerja ideologis partai secara nyata kehadapan masyarakat.

Gubernur Bali dua periode asal Desa Sembiran, Buleleng ini memaparkan alasan sakral mengapa bulan Juni selalu diperingati secara khusus oleh bangsa Indonesia. Terdapat tiga peristiwa historis besar yang melandasinya:

  • 1 Juni 1945: Momentum di mana Bung Karno menggali dan mempersembahkan Pancasila sebagai dasar filosofis bernegara.

  • 6 Juni 1901: Hari lahirnya Sang Proklamator Kemerdekaan RI sekaligus Pemimpin Besar Revolusi.

  • 21 Juni 1970: Berpulangnya Bung Karno dengan meninggalkan warisan pemikiran yang abadi.

“Oleh karena itu, Bulan Bung Karno bukanlah bulan nostalgia semata. Bulan Bung Karno adalah bulan aktualisasi gagasan, bulan pendidikan ideologi, serta bulan pembentukan karakter bangsa. Kita di Bali tetap teguh berdiri di jalan Bung Karno, menghidupkan api perjuangan di tengah-tengah rakyat,” tegas Wayan Koster.

[irp]

Filosofi Tema: “Setialah Kepada Sumbermu, Kekuatan Kita Bersumber dari Rakyat”

Pada perayaan tahun 2026 ini, PDI Perjuangan Bali mengusung tema besar “Setialah Kepada Sumbermu” dengan subtema “Kekuatan Kita Harus Tetap Bersumber Kepada Kekuatan Rakyat, Tetap Apinya Semangat Rakyat”.

Tema ini menjadi pengingat ideologis yang kuat bagi seluruh kader agar tidak pernah tercerabut dari akar perjuangannya. Wayan Koster menggarisbawahi bahwa sumber kekuatan utama partai politik bukanlah jabatan atau kekuasaan, melainkan murni dari tingkat kepercayaan rakyat kecil (kaum marhaen). Atas dasar prinsip itulah, seluruh rangkaian Bulan Bung Karno di Bali dikemas menjadi gerakan kebudayaan, lingkungan hidup, pendidikan, ekonomi kerakyatan, hingga olahraga.

[irp]

Kemeriahan Acara: Dari Atraksi Arak Bali hingga Parade Barong

Acara penutupan yang dihadiri oleh ribuan kader, fungsionaris partai, bupati/walikota se-Bali, akademisi, hingga pelaku UMKM ini berlangsung sangat semarak. Panggung utama dihangatkan oleh pembacaan puisi yang syahdu oleh Putri Suastini Koster.

Suasana semakin meriah dengan unjuk kebolehan para pemenang lomba, mulai dari fashion show, aktivitas matembang, atraksi juggling minuman tradisional arak Bali, senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali, hingga penampilan pamungkas Tari Bapang Barong Ketet dan Mekendang Tunggal.

Sepanjang bulan Juni 2026, PDI Perjuangan Bali sukses menyelenggarakan berbagai kompetisi bergengsi secara berantai, di antaranya:

  1. Liga Kampung Soekarno Cup III Tahun 2026.

  2. Utsawa Widyatarka Susastra Bali dan Lomba Cerdas Cermat Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun.

  3. Lomba Barista Kopi Bali dan Mixology Arak Bali.

  4. Gerakan Merawat Pertiwi hingga Lomba Konten Kreatif “Bali Bersih Sampah”.

Sebagai catatan istimewa, dalam rangka memperingati 125 tahun kelahiran Bung Karno (1901–2026), sebelumnya juga telah sukses digelar perayaan bertajuk “Satyam Eva Jayate” di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Denpasar pada 6 Juni lalu dengan melibatkan 1.300 partisipan.

Editor: Rudi