LetterNews
03 November 2026
02:35 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
21 June 2026 16:28 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 21 June 2026, 16:28 WITA

Digelar 50 Tahun Sekali, Walikota Jaya Negara Hadiri Karya Pedudusan Agung di Pura Dalem Pengaotan Desa Adat Bekul

Foto: Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri langsung puncak upacara ritual keagamaan berskala besar, Karya Memungkah Ngenteg Linggih, Tawur Balik Sumpah Utama, lan Pedudusan Agung di Pura Dalem Pengaotan, Desa Adat Bekul, Desa Penatih Dangin Puri, Denpasar Timur, Minggu (21/06/2026).

DENPASAR, Letternews.net – Komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam mengawal kelestarian adat, budaya, dan nafas spiritual keagamaan di Pulau Dewata terus diperkuat. Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri langsung puncak upacara ritual keagamaan berskala besar, Karya Memungkah Ngenteg Linggih, Tawur Balik Sumpah Utama, lan Pedudusan Agung di Pura Dalem Pengaotan, Desa Adat Bekul, Desa Penatih Dangin Puri, Denpasar Timur, Minggu (21/06/2026).

Dalam kunjungan kerja sekaligus persembahan yadnya tersebut, Walikota Jaya Negara menandatangani prasasti karya, menyerahkan punia pribadi, serta menyalurkan bantuan dana hibah dari Pemkot Denpasar untuk menyokong kelancaran upacara adat masyarakat.

Turut mendampingi Walikota di lokasi upacara yakni Anggota DPRD Provinsi Bali I Gini Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Kepala Bagian Kesra Setda Kota Denpasar IB. Alit Surya Antara, beserta jajaran Camat, Perbekel, Bendesa, dan tokoh krama setempat. Rangkaian ritual berlangsung sangat khidmat didukung iringan Gambelan Gong Kebyar, Baleganjur, pementasan tari sakral Baris Gede oleh para Bendesa se-Kota Denpasar, Tari Rejang Dewa, Topeng Wali, serta Wayang Lemah.

[irp]

Wujud Kedekatan Pemerintah Terhadap Semangat ‘Ngayah’ Krama Bali

Walikota Jaya Negara menegaskan bahwa pelaksanaan upacara suci tingkat utama seperti Pedudusan Agung bukan sekadar pelaksanaan ritual rutinitas keagamaan di Bali, melainkan bagian integral dari implementasi dharmaning agama dan dharmaning negara.

Ia menilai momentum ini menjadi fondasi kuat untuk merekatkan persatuan, persaudaraan, dan kebersamaan masyarakat adat di tingkat akar rumput.

“Karya suci ini merupakan warisan luhur yang wajib kita jaga bersama. Semangat ngayah gotong royong tanpa pamrih yang ditunjukkan krama adat hari ini adalah pilar utama dalam menjaga kebudayaan Bali. Pemerintah Kota Denpasar akan selalu hadir menyokong penuh agar tradisi spiritual lokal tetap ajeg secara sekala dan niskala,” urai Jaya Negara.

[irp]

Telan Dana Rp3,5 Miliar, Upacara Utama Istimewa Lintas Generasi

Bendesa Adat Bekul, Made Yuliarta, menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kehadiran Walikota Denpasar beserta kucuran dana hibah pemerintah daerah yang sangat meringankan beban pendanaan krama desa.

Ia menjelaskan, Pura Dalem Pengaotan ini diempon oleh sekitar 250 kepala keluarga (KK) yang tersebar di empat wilayah banjar, yakni Banjar Gunung, Banjar Buaji, Banjar Bekul selaku banjar pengarep (inti), serta Banjar Pala Giri selaku banjar pendatang.

Ritual agung ini tergolong istimewa karena memiliki siklus pelaksanaan yang sangat panjang dan jarang terjadi dalam satu generasi:

  • Pedudusan Alit: Tingkat upacara rutin biasa yang dilaksanakan berkala setiap 15 tahun sekali.

  • Pedudusan Agung: Tingkat upacara utama yang wajib digelar dalam rentang waktu sekitar 50 hingga 70 tahun sekali, menyesuaikan kemampuan finansial komunal krama.

[irp]

Guna menyukseskan karya agung lintas generasi ini, pihak desa adat mengalokasikan total anggaran sebesar Rp3,5 miliar yang bersumber dari hasil swadaya murni masyarakat serta bantuan stimulus Pemkot Denpasar. Anggaran jumbo tersebut digunakan sekaligus untuk membiayai rangkaian yadnya paralel di empat pura, termasuk upacara Pedudusan Alit di Pura Taman Beji dan Pura Puseh Desa.

Prosesi panjang karya ini sejatinya telah bergulir maraton sejak 1 Mei 2026 melalui tahap matur piuning, maguru piduka, dan mejaya-jaya panitia. Selanjutnya ritual melasti digelar pada 8 Juni, disusul upacara Tawur Balik Sumpah pada 12 Juni. Pasca-puncak karya hari ini, rangkaian akan dilanjutkan dengan prosesi nyineb pada Minggu 28 Juni, serta diakhiri dengan upacara nyegara gunung pada Kamis 2 Juli 2026 mendatang.

Editor: Rudi.