Jaga Wajah Kota Tetap Cantik, Satpol PP Denpasar Sapu Bersih PKL Bandel di Sepanjang Jalan Kamboja
Cetak Pemimpin Masa Depan, Kwarda Bali Kenalkan Metode ‘Design Thinking’ lewat Life Leader Project
Foto: Kepala Bagian Kerja Sama Luar Negeri Kwarnas, Nauli Dhamayanthie dan I Gede Wirawan, Pelatih Pusdiklatda Bali sekaligus Local Facilitator Life Leader Project.

DENPASAR, Letternews.net – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Bali terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Di sela-sela kemeriahan Workshop Internasional bersama tokoh WOSM Asia-Pasifik, Kwarda Bali menggelar sosialisasi strategis bertajuk Life Leader Project (LLP) bagi para pelatih Pusdiklatda dan Pusdiklatcab se-Bali di Sanggar Bakti Pramuka, Renon, Sabtu (7/3/2026).
Program ini merupakan langkah konkret tindak lanjut dari para Local Facilitator Kwarda Bali pasca mengikuti Training of Trainers (TOT) di tingkat Kwartir Nasional. Tujuannya jelas: menyiapkan generasi muda Pramuka yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga mampu memimpin perubahan sosial dan lingkungan demi mencapai Sustainable Development Goals (SDGs).
Gunakan Metode ‘Design Thinking’
Materi sosialisasi disampaikan langsung oleh Kepala Bagian Kerja Sama Luar Negeri Kwarnas, Nauli Dhamayanthie, didampingi oleh I Gede Wirawan, Pelatih Pusdiklatda Bali sekaligus Local Facilitator Life Leader Project.
Yang membedakan program ini dari pelatihan kepemimpinan biasa adalah penggunaan metode Design Thinking dan Impact Innovation. Melalui kerangka kerja ini, anggota Pramuka didorong untuk:
- Empathy: Memahami permasalahan sosial di masyarakat secara mendalam.
- Ideate: Merancang solusi kreatif yang solutif.
- Prototype & Test: Membuat purwarupa inovasi dan mengujinya langsung di lapangan.
Menjawab Tantangan Global
“Life Leader merupakan inisiatif global dari WOSM untuk memperkuat peran pemuda dalam pembangunan masyarakat. Kami ingin lahir generasi pemimpin yang adaptif, berpikir kritis, dan kolaboratif,” ujar Nauli Dhamayanthie dalam paparannya.
Program ini menekankan bahwa Pramuka harus menjadi bagian dari solusi atas isu-isu global seperti perubahan iklim, kemiskinan, dan kesenjangan sosial. Dengan pembekalan keterampilan inovasi dampak (impact innovation), diharapkan para pelatih di Bali dapat meneruskan tongkat estafet ilmu ini ke gugus depan di seluruh kabupaten/kota.
Melalui sinergi antara nilai-nilai kepanduan tradisional dan metode pembelajaran modern, Kwarda Bali optimis dapat mencetak profil “Life Leader” yang berintegritas dan mampu menciptakan perubahan positif yang nyata bagi masyarakat Bali dan dunia.
Editor: Rudi.







