LetterNews
22 September 2026
02:39 WITA
Topik Populer:
#KPK#Letternews#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Denpasar#Wayan Koster#Pemkot Denpasar#OJK

Bukan Penusukan Sepihak, Kodam IX/Udayana Ungkap Kronologi Keributan Oknum TNI-Brimob di NTT

Foto: Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana, Kolonel Inf Amrizal Nasution

DENPASAR, Letternews.net – Kodam IX/Udayana angkat bicara meluruskan kesimpangsiuran informasi terkait dugaan penusukan anggota Brimob oleh oknum prajurit TNI di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kapendam IX/Udayana, Kolonel Inf Amrizal Nasution, menegaskan bahwa narasi sepihak yang beredar di media sosial beberapa hari terakhir tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta riil di lapangan.

Berdasarkan investigasi, BAP awal, dan pendalaman intensif yang dilakukan oleh Subdenpom IX/1-1 Ende bersama unsur terkait, insiden memilukan ini sejatinya berawal dari kesalahpahaman di sebuah acara kekeluargaan.

Peristiwa bermula saat dua anggota Kodim 1630/Manggarai Barat menghadiri undangan syukuran pelantikan anggota Brimob baru atas nama Bripda J.G. di Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, pada Rabu malam (10/6/2026) sekitar pukul 21.00 WITA.

[irp]

Dikeroyok 15 Oknum Brimob, Anggota Kodim Terdesak dan Ambil Kerambit

Kolonel Inf Amrizal Nasution membeberkan kronologi berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian (Saudara F.N., S.B.P., H.P., dan F.S.H.). Suasana yang semula penuh kekeluargaan mendadak berubah tegang setelah terdengar instruksi agar seluruh anggota Brimob meninggalkan lokasi acara.

Sekitar 30 menit berselang, lebih dari 15 oknum anggota Brimob kembali mendatangi lokasi dan diduga langsung melakukan tindakan kekerasan secara sepihak.

  • Aksi Pengeroyokan: Sejumlah oknum Brimob diduga langsung menarik Pratu I.B. ke arah jalan raya sejauh 40 meter, lalu memukuli dan mengeroyoknya.

  • Upaya Menolong: Melihat rekannya dihajar, Pratu I.W. mencoba melerai dan menolong. Namun, ia justru ikut menjadi sasaran pengeroyokan membabi buta hingga terjatuh, meski warga sekitar sudah berusaha melerai.

  • Refleks Defensif: Saat terpojok dan menderita kekerasan fisik yang mengancam nyawanya, Pratu I.W. berhasil mencari celah kabur ke rumah orang tuanya yang berada persis di sebelah lokasi acara untuk mengambil sebilah pisau kerambit.

“Pratu I.W. mengakui melakukan penikaman tersebut. Namun berdasarkan hasil pemeriksaan, tindakan itu terpaksa dilakukan karena situasi terdesak, mengalami kekerasan fisik, dan menilai keselamatan jiwanya berada dalam ancaman serius akibat pengeroyokan yang sedang berlangsung,” jelas Kapendam IX/Udayana dalam keterangan resminya di Denpasar.

[irp]

Kasus Murni Individual, Sinergitas TNI-Polri Dipastikan Tetap Solid

Pasca-teriakan adanya korban terluka akibat tusukan kerambit, situasi di lapangan berangsur mereda. Korban yang terluka segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif, dan kondisinya kini terus dipantau oleh Subdenpom Ende.

Kolonel Inf Amrizal Nasution menegaskan bahwa Kodam IX/Udayana berkomitmen menjunjung tinggi prinsip objektivitas, transparansi, dan profesionalisme hukum. Siapa pun yang terbukti melanggar hukum, baik dari unsur TNI maupun pihak lain, akan diproses tanpa pandang bulu secara adil dan proporsional. Saat ini, Subdenpom IX/1-1 Ende telah berkoordinasi erat dengan Kodim 1630/Mabar dan Brimob Kompi 1 Yon B Pelopor Polda NTT.

“Kami memastikan hubungan sinergitas TNI dan Polri di wilayah hukum Udayana tetap terjaga dengan sangat baik. Peristiwa ini merupakan kasus individual murni yang sedang ditangani sesuai mekanisme hukum yang berlaku, dan tidak dapat digeneralisasi sebagai konflik antar-institusi,” pungkas Kolonel Inf Amrizal Nasution sembari mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi opini liar.

Editor: Rudi.