
BADUNG, Letternews.net – Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka konfrensi internasional The SPE/IADC Asia Pacific Drilling Technology Conference and Exhibition (APDT) 2026 di Hotel Westin, Nusa Dua, Badung, Rabu (5/8/2026). Forum teknologi pengeboran terbesar di Asia Pasifik ini dihadiri sekitar 800 peserta yang berasal dari 39 negara.
Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi kepada para delegasi atas dipilihnya Bali sebagai lokasi konferensi sekaligus memaparkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan ketahanan energi.
“Bali dikenal dan dicintai masyarakat internasional karena kami mampu menjaga budaya, tradisi, adat istiadat, dan kearifan lokal sebagai fondasi utama pembangunan. Pembangunan ekonomi harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Gubernur Koster.
[irp]
Gubernur Koster menjelaskan bahwa pariwisata menopang sekitar 66 persen struktur perekonomian Bali. Sepanjang tahun 2025, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) via udara mencapai lebih dari 7 juta orang, berkontribusi pada devisa negara sekitar Rp176 triliun.
Beberapa poin strategis yang disampaikan dalam forum APDT 2026 meliputi:
Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun: Berlandaskan filosofi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Bali berkomitmen pada pembangunan berkelanjutan lewat penghentian pembangkit listrik berbahan bakar fosil, percepatan kendaraan listrik berbasis baterai, serta pengelolaan sampah berbasis sumber.
[irp]
Pentingnya Ketahanan Energi: Energi diakui sebagai kebutuhan dasar yang setara dengan pangan dan air. Konferensi ini diharapkan mampu melahirkan inovasi teknologi pengeboran yang aman, efisien, serta ramah lingkungan.
Sinergi Kawasan Asia Pasifik: Perwakilan ASEAN Council on Petroleum & Energy (ASCOPE), IADC, serta PT Pertamina Hulu Energi mengapresiasi peran Bali dan menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara untuk mendorong transisi energi yang berkelanjutan.
Editor: Rizal