Bikin Pemilih Muda Cerdas dan Berintegritas, KPU Bali Edukasi 96 Perwakilan OKP se-Buleleng

 Bikin Pemilih Muda Cerdas dan Berintegritas, KPU Bali Edukasi 96 Perwakilan OKP se-Buleleng

Foto: Focus Group Discussion (FGD) bersama Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Kabupaten Buleleng pada Kamis (31/8/2026).

SINGARAJA, Letternews.net Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali menggelar edukasi kepemiluan melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Kabupaten Buleleng pada Kamis (31/8/2026). Sebanyak 96 peserta perwakilan pemilih pemula hadir membekali diri dengan pemahaman demokrasi, urgensi hak pilih, serta partisipasi aktif dalam pemilu.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran pemuda untuk berdaya, berkarya, dan berdampak bagi daerah.

“Demokrasi membutuhkan generasi muda yang cerdas menentukan pilihan, kritis menyikapi informasi, serta berintegritas. Kebebasan berpendapat di era teknologi harus diimbangi etika, rasa tanggung jawab, dan kesadaran hukum,” ujar Gede Supriatna.

Kuasai DPT Bali, Pemuda Dituntut Aktif Kawal Demokrasi

Hadir sebagai narasumber utama, Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan membawakan materi bertema “Generasi Muda Membangun Demokrasi Bersama”. Ia memaparkan lima poin penting: makna demokrasi, tahapan pemilu, peran KPU, partisipasi masyarakat, hingga tantangan era digital.

Lidartawan menegaskan bahwa kelompok pemilih muda dan pemilih pemula mendominasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Bali yang mencapai 3.269.516 pemilih pada Pemilu 2024. Oleh karena itu, kesadaran politik anak muda menjadi penentu kualitas demokrasi.

“KPU bukan sekadar penyelenggara pemungutan suara, tetapi penjaga integritas seluruh proses demokrasi. Kami mengajak pemuda tidak hanya menjadi pemilih pasif, melainkan terlibat aktif dari cek DPT, edukasi coklit, pengawasan partisipatif, hingga menolak politik uang di TPS,” tegas Lidartawan.

BACA JUGA:  Gubernur Koster Gebrak UNUD: Luncurkan Program ‘1 Keluarga 1 Sarjana’ dan Insentif Khusus Nama Nyoman-Ketut

Terapkan Rumus “Stop, Check, Share” Lawan Hoaks Digital

Menghadapi tantangan hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian di media sosial, Ketua KPU Bali meminta para generasi muda menjadi benteng informasi yang sehat.

  • Stop (Tahan): Jangan langsung menyebarkan pesan atau unggahan provokatif yang belum dipastikan kebenarannya.

  • Check (Telusuri): Verifikasi keakuratan informasi melalui sumber resmi penyelenggara pemilu atau media terpercaya.

  • Share (Tanggapi): Bagikan konten edukatif yang membangun iklim demokrasi yang damai.

“Timeline media sosialmu adalah ruang demokrasi. Jadilah pemilih digital yang cerdas dengan menerapkan prinsip saring sebelum sharing,” pesannya.

BACA JUGA:  Bawa Senjata Tajam, Sekelompok Orang Kepung Klub Malam di Anturan Buleleng

Sesi diskusi berlangsung interaktif ketika peserta menyampaikan keraguan terkait aspirasi pemuda, keterbatasan lapangan kerja, hingga kekhawatiran melunturnya idealisme politisi muda. Lidartawan mendorong generasi muda berani masuk ke partai politik untuk menjadi pemimpin berkualitas dengan menjaga integritas moral secara konsisten.

Editor: Rudi

.

Bagikan: