
KLUNGKUNG, Letternews.net – Akses utama menuju dua destinasi wisata kelas dunia di Nusa Penida, yakni Pantai Kelingking dan Pantai Atuh, kini mulai mendapatkan penanganan serius dari Pemerintah Kabupaten Klungkung. Pengerjaan pemeliharaan berkala pada ruas jalan pertigaan Batumadeg–Batukandik tersebut telah resmi bergulir sejak 17 Juli lalu.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Klungkung, I Made Jati Laksana, mengungkapkan bahwa proyek pemeliharaan ini mencakup penanganan jalan sepanjang 4,1 kilometer.
Proyek penataan infrastruktur wisata ini didanai melalui APBD Kabupaten Klungkung Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak mencapai Rp8,9 miliar.
Pekerjaan fisik yang dilakukan meliputi pengaspalan ulang menggunakan hotmix, pembangunan dan perbaikan saluran drainase, penataan struktur beton, serta pasangan batu.
“Penanganan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kondisi dan kualitas jalan sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat maupun wisatawan dalam beraktivitas,” ujar Kadis PUPRPKP Klungkung, I Made Jati Laksana, Kamis (13/8/2026).
[irp]
Seiring berjalannya proses pengerjaan di lapangan, Made Jati Laksana menyampaikan permohonan maaf serta permakluman kepada masyarakat setempat dan para wisatawan atas potensi gangguan lalu lintas yang timbul.
Beberapa imbauan dan poin penting yang disampaikan pihak Dinas PUPRPKP Klungkung meliputi:
Kehati-hatian Pengendara: Para pengguna jalan diminta ekstra waspada saat melintas di lokasi proyek serta mematuhi rambu petunjuk dan arahan petugas lapangan.
[irp]
Dukungan Masyarakat: Masyarakat lokal diharapkan turut mendukung kelancaran pengerjaan agar proyek dapat tuntas tepat waktu sesuai rencana.
Peningkatan Aksesibilitas: Hasil perbaikan jalan diproyeksikan langsung mendongkrak konektivitas antarwilayah dan kenyamanan akses menuju objek wisata unggulan Nusa Penida.
“Kami memohon dukungan dan kerja sama seluruh masyarakat agar pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan rencana,” pungkasnya.
Editor: Rudi