LetterNews
03 November 2026
04:38 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
30 October 2026 16:00 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Rudianto | Dipublikasikan: 30 October 2026, 16:00 WITA

Program Kosabangsa 2026 Hadirkan Inovasi Agroindustri Sirkular Berbasis Mete dan Lontar untuk Pemberdayaan Warga Tianyar Tengah Karangasem

Sulap Limbah Pertanian Jadi Bernilai Ekonomi Tinggi: Kolaborasi Akademisi Universitas Triatma Mulya dan Unmas Denpasar Perkuat Ekonomi Petani Kubu

Langkah nyata perguruan tinggi mendampingi masyarakat! Tim kolaborasi akademisi Universitas Triatma Mulya dan Universitas Mahasaraswati Denpasar sukses menggulirkan Program Kosabangsa 2026 di Desa Tianyar Tengah, Kecamatan Kubu, Karangasem.

KARANGASEM, Letternews.net – Potensi komoditas lokal unggulan berupa jambu mete dan pohon lontar di Desa Tianyar Tengah, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, kini didorong naik kelas. Melalui penerapan teknologi tepat guna dan konsep ekonomi sirkular (circular economy), potensi desa tersebut dioptimalkan agar memiliki nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat.

Inisiatif strategis ini diwujudkan melalui Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (KOSABANGSA) Tahun Anggaran 2026 dengan mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Penerapan Teknologi Agroindustri Sirkular Berbasis Komoditas Mete dan Lontar di Tianyar Tengah, Karangasem.”

Program ini dirancang untuk mendongkrak kapasitas warga dalam mengolah sumber daya lokal menjadi produk olahan bernilai jual tinggi, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan hasil samping pertanian melalui pendekatan tanpa limbah (zero waste).

Program Kosabangsa 2026 menyasar dua kelompok mitra utama, yakni Kelompok Tani Subak Abian Dalem (petani mete dengan 22 anggota) dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sari Pertiwi (pengolah komoditas lontar dengan 20 anggota).

Transformasi Produk Olahan Mete-Lontar dan Sinergi Lintas Perguruan Tinggi

Selama ini, petani mete di Tianyar Tengah umumnya menjual hasil panen dalam bentuk biji mentah gelondongan, sementara pengolahan produk lontar seperti gula semut masih terkendala kualitas dan konsistensi produksi.

Melalui pendampingan Kosabangsa 2026, kedua kelompok mitra mendapatkan intervensi teknologi serta pelatihan intensif:

  • Kluster Jambu Mete (Subak Abian Dalem): Difokuskan pada pembuatan selai jambu mete, kacang mete siap konsumsi, serta pengolahan limbah kulit/hasil samping mete menjadi produk briket arang bernilai ekonomis.

  • Kluster Lontar (KWT Sari Pertiwi): Diarahkan pada pengembangan produksi gula cair lontar dan gula semut berkualitas standar pasar, serta pemanfaatan limbah pelepah/lontar menjadi Pupuk Organik Cair (POC).

Masyarakat juga dibekali sarana mesin modern, mulai dari mesin pencacah, peralatan produksi higienis, hingga mesin pengering berbasis energi gas guna mendongkrak efisiensi dan higienitas produk.

Program kolosal ini digawangi oleh tim pelaksana dari Universitas Triatma Mulya yang diketuai oleh I Dewa Ayu Tita Permata Tabita, S.Psi., M.M., bersama anggota Komang Srititin Agustina, S.ST., M.Kes. dan I Nengah Juniawan, S.Kom., M.M.

Pendampingan lapangan turut diperkuat oleh tim pakar lintas bidang dari Universitas Mahasaraswati Denpasar yang diketuai oleh Dr. Dra. I Gusti Ayu Diah Yuniti, M.Si., bersama anggota Prof. Dr. Ir. Ni Putu Pandawani, M.Si. dan Dr. apt. Ni Luh Kade Arman Anita Dewi, S.Farm., M.Biomed.

Kehadiran hibah nasional dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi pedesaan yang berkelanjutan, memperluas jangkauan pasar, serta mendongkrak kesejahteraan krama Desa Tianyar Tengah.

Ditulis Oleh: I Dewa Ayu Tita Permata Tabita, S.Psi., M.M

Artikel Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya >