LetterNews
03 November 2026
14:47 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
07 December 2025 11:09 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 07 December 2025, 11:09 WITA

Komunikasi Adalah Kunci Universal Penyelesaian Masalah: I Komang K Ingatkan Bahaya Keterlenaan Gawai dan Pentingnya Menjaga Inti Hubungan Manusia di Era AI

Foto: I Komang Kusauma (IKK)

DENPASAR, Letternews.net – Dalam menghadapi kompleksitas kehidupan dan berbagai tantangan, selalu ada satu kunci fundamental yang dapat membuka semua pintu penyelesaian: Komunikasi. Pandangan ini disampaikan oleh I Komang K (IKK), seorang pemikir yang fokus pada kemenangan cara berpikir dan bertindak, dalam refleksinya mengenai pentingnya interaksi di tengah era digital yang semakin maju.

[irp]

Menurut IKK, filosofi kunci ini berlaku secara universal, mulai dari persoalan personal hingga skala yang lebih besar.

“Semua pintu ada kuncinya, kecuali yang bukan disebut & berfungsi sebagai pintu. Sekalipun pintu hati & pintu Sorga semua mesti butuh kunci untuk membukanya. Maka kunci semua pintu itu adalah komunikasi,” tulis IKK.

[irp]

Komunikasi Melintasi Batas

IKK menekankan bahwa komunikasi yang dimaksud harus dibuka lebar, luas, dan dalam serta melintasi berbagai dimensi kehidupan:

Dimensi Spiritual: Komunikasi dengan Tuhan Yang Maha Kuasa dan Leluhur/Nenek Moyang.

Dimensi Sosial: Komunikasi dengan sesama manusia.

Dimensi Alam: Komunikasi dengan Alam Lingkungan dan bahkan dengan makhluk gaib.

Ia menegaskan, hanya dengan komunikasi yang tepat—yang dilakukan dengan pas, aman, nyaman, sesuai sikon, saling hormat menghargai, serta mengambil keuntungan bersama—masalah dapat selesai tuntas sesuai harapan. Komunikasi menjadi vital karena hanya dapat dilakukan oleh manusia hidup.

[irp]

Peringatan di Era Kecerdasan Buatan (AI)

Dalam perkembangan teknologi yang pesat, IKK menyentil kebiasaan masyarakat modern yang rentan terlena dengan gawai (Handphone) saat bertemu orang lain, mengabaikan tegur sapa dan obrolan tatap muka.

IKK secara spesifik memberikan peringatan keras mengenai potensi penyesalan jika manusia terlalu fokus pada interaksi digital hingga berkomunikasi dengan AI (Kecerdasan Buatan) yang meniru manusia.

[irp]

“Apa ruginya ngobrol dengan AI? Tentu banyak rugi karena ia Manusia Buatan yang tak punya cinta & perasaan apalagi rasa hormat. Padahal inti hubungan sesama manusia adalah saling mencintai & menjaga perasaan masing-masing serta saling menghormati harkat martabat,” tegas IKK.

Esai yang disampaikan oleh I Komang K ini menjadi ajakan reflektif bagi masyarakat untuk kembali menempatkan komunikasi antarmanusia sebagai inti dari seluruh resolusi masalah dan fondasi hubungan yang bermakna.

Editor: Rudi.