LetterNews
21 September 2026
15:36 WITA
Topik Populer:
#KPK#Letternews#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Denpasar#Wayan Koster#Pemkot Denpasar#OJK

Pemkot Denpasar Gandeng BWC dan Pepsico Olah Sampah Plastik Jadi Fasilitas Publik

Foto: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengapresiasi inovasi ini sebagai sarana edukasi nyata bagi warga bahwa sampah yang dikelola dengan baik bisa kembali bermanfaat bagi masyarakat luas.

DENPASAR, Letternews.net Pemerintah Kota Denpasar memperkuat komitmen pengelolaan sampah berkelanjutan melalui sinergi bersama Bali Waste Cycle (BWC) dan pepsico. Kolaborasi ini ditandai dengan peluncuran dan pemanfaatan produk hasil olahan sampah kemasan plastik di Taman Kota Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar, Jumat (18/9/2026).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar Ida Bagus Putra Wirabawa.

Sinergi ini berfokus pada pengolahan sampah kemasan plastik pascakonsumsi, termasuk jenis multi-layer plastic yang selama ini sulit didaur ulang. Sampah tersebut berhasil diolah menjadi papan multifungsi, papan petunjuk (signpost), hingga kaki palsu bagi penyandang disabilitas.

Edukasi Lingkungan dan Edukasi Nilai Guna Sampah

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menyampaikan bahwa pemanfaatan hasil daur ulang di ruang publik memberikan dampak edukatif yang sangat baik bagi warga Kota Denpasar.

“Ketika masyarakat melihat sendiri sampah kemasan bisa diolah menjadi fasilitas publik hingga kaki palsu, ini menjadi edukasi yang baik. Ke depan, pemanfaatannya akan terus kami dorong, termasuk untuk bangku taman dan fasilitas publik lainnya,” ujar Wawali Arya Wibawa.

Optimasi Teknologi Pengolahan Sampah Lokal

Founder dan Direktur Bali Waste Cycle (BWC), Olivia Anastasia Padang, menjelaskan bahwa BWC bekerja sama dengan TPS3R Eka Panca Guna Buana Lestari Desa Pemecutan Kelod dalam mengoptimalkan peralatan pengolahan sampah lokal. Langkah ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengolahan sampah kemasan bekas makanan ringan.

Perbekel Desa Pemecutan Kelod, I Wayan Tantra, menambahkan bahwa wilayahnya yang terdiri atas 15 banjar memaksimalkan peran bank sampah serta kemitraan teknologi bersama BWC. Sampah anorganik dicacah dan diproses menggunakan mesin modern untuk mengurangi beban residu sekaligus menciptakan produk bernilai ekonomis.

Sementara itu, Senior Director of Corporate Affairs APAC Pepsico, Laura Keith, menegaskan dukungan Pepsico terhadap inovasi pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Daur ulang ini tidak hanya menghasilkan fasilitas umum, tetapi juga memberi dampak sosial positif melalui pembuatan kaki palsu untuk penyandang disabilitas.