
JAKARTA, Letternews.net – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) secara konsisten mendorong wartawan di seluruh tanah air untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Langkah ini dinilai vital guna merespons pesatnya perkembangan teknologi digital serta dinamika perubahan pola konsumsi informasi di tengah masyarakat.
Ketua Harian JMSI, Ari Rahman, menegaskan bahwa arus informasi digital yang bergerak sangat cepat menuntut setiap jurnalis agar tetap memegang teguh akurasi, verifikasi, serta etika jurnalistik tanpa mengorbankan kualitas berita.
Berikut adalah poin-poin utama arahan JMSI terkait penguatan kapasitas wartawan dan perusahaan pers di Indonesia:
UKW Bukan Sekadar Sertifikat: Sertifikasi merupakan tolok ukur memperkuat kemampuan profesionalitas wartawan dalam menjalankan tanggung jawab publik dan menjaga kepercayaan masyarakat.
Kredibilitas Media Siber: Kualitas media tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi atau jumlah pembaca (traffic), melainkan oleh kapasitas SDM serta tata kelola redaksi yang sehat.
Pemerataan Kesempatan Wartawan Daerah: Mendorong akses pelatihan dan sertifikasi bagi jurnalis di daerah karena posisi media lokal sangat dekat dengan persoalan langsung publik.
Dukungan Tata Kelola Perusahaan Pers: Perusahaan pers wajib membangun sistem internal yang kondusif melalui pembinaan, evaluasi pemberitaan, pedoman redaksi, dan dukungan mengikuti sertifikasi.
“UKW bukan hanya untuk memperoleh sertifikat. Ini merupakan bagian dari upaya mengukur dan memperkuat kemampuan wartawan dalam menjalankan tanggung jawab profesinya,” ujar Ketua Harian JMSI, Ari Rahman.
Ari menambahkan bahwa penguatan pers nasional harus berjalan seiring dengan pemberdayaan media di tingkat daerah. Mengingat jurnalis daerah mengawal langsung isu-isu krusial seperti pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi lokal, sertifikasi serta independensi redaksi menjadi modal utama menjaga kepercayaan pembaca.
Sinergi antara kompetensi jurnalis dan tata kelola manajemen pers yang akuntabel diharapkan mampu melahirkan karya jurnalistik yang bermutu serta senantiasa mengutamakan kepentingan publik.