
DENPASAR, Letternews.net – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri sekaligus mengikuti prosesi Ngajum serangkaian Karya Pitra Yadnya lan Atma Wedana Desa Adat Serangan di Lapangan Wayan Bulit, Serangan, Minggu (13/9/2026). Kehadiran pimpinan daerah ini menjadi bentuk apresiasi atas tingginya semangat gotong royong dan menyama braya yang ditunjukkan krama setempat.
Diiringi suara gamelan dan lantunan kidung suci, puncak karya dipuput oleh dua Sulinggih, yakni Ida Ratu Peranda Ngurah Tegal dari Griya Tegal dan Ida Pedanda Budha dari Griya Ulun Uma Mengwi.
Wali Kota Jaya Negara menekankan bahwa pelaksanaan ritual secara kolektif ini merupakan wujud nyata penerapan spirit Kota Denpasar, Vasudhaiva Kutumbakam (kita semua bersaudara). Selain menjaga kewajiban tradisi dan keagamaan, karya ini terbukti efektif meringankan beban finansial krama desa.
“Pelaksanaan ini patut diapresiasi. Selain sebagai bentuk kewajiban umat Hindu, karya ini mengusung semangat gotong royong menyama braya antar-masyarakat yang begitu kental,” ujar Jaya Negara di sela-sela prosesi.
Bendesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariatha, didampingi Manggala Karya I Wayan Astawa menjelaskan bahwa rangkaian upacara telah dimulai sejak Jumat (4/9/2026). Total peserta yang terdaftar mencapai 76 peserta.
Siswa Ngaben: 19 peserta
Siswa Nyekah: 41 peserta
Warak Keruron: 14 peserta
Ngelangkir: 2 peserta
Sistem kontribusi pembiayaan dirancang sangat terjangkau bagi krama:
| Jenis Upacara | Biaya Per Peserta | Sumber Subsidi/Pendukung |
| Ngaben & Nyekah | Rp3.000.000 | Kas Desa Adat Serangan & Punia Masyarakat |
| Warak Keruron & Ngelangkir | Rp1.000.000 | Kas Desa Adat Serangan & Punia Masyarakat |
“Tujuan utama kami adalah meringankan beban masyarakat atau krama desa. Dengan dilaksanakan bersama, rasa kebersamaan dan menyama braya juga semakin kuat,” tegas Gede Pariatha.