LetterNews
03 November 2026
00:21 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
01 August 2026 07:50 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 01 August 2026, 07:50 WITA

Jukung Ditemukan Kosong Terombang-ambing, Tim SAR Buru Nelayan Hilang di Pantai Medewi

Foto: Tim Operasi kemanusiaan skala besar kembali digelar di pesisir selatan Kabupaten Badung. Tim SAR gabungan hingga Senin (29/6/2026)

JEMBRANA, Letternews.net – Tim SAR gabungan mengerahkan armada laut, penyisiran darat, hingga drone thermal untuk mencari Asmuri (43), seorang nelayan yang dilaporkan hilang di Perairan Pantai Medewi, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan kejadian pada Sabtu (1/8/2026) pagi dari Polairud Polres Jembrana. Korban yang merupakan warga Banjar Pesinggahan, Desa Medewi, melaut seorang diri menggunakan jukung sejak Jumat (31/7/2026) malam sekitar pukul 23.00 WITA.

Namun, sekitar pukul 00.00 WITA, nelayan setempat menemukan jukung milik korban terombang-ambing tanpa awak sekitar 100 meter di selatan bibir pantai. Korban diduga terjatuh ke laut saat menangkap ikan.

“Tim rescue Pos SAR Jembrana langsung bergerak ke lokasi usai menerima laporan. Pencarian awal menggunakan rubber boat dari Pantai Yeh Sumbul menyisir area perairan sekitar lokasi kejadian,” jelas Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.

[irp]

Upaya Penyisiran Luas dan Penggunaan Drone Thermal

Tim SAR gabungan terus mengoptimalkan berbagai metode pencarian di lapangan:

  • Penyisiran Laut: Menggunakan rubber boat untuk melakukan pemindaian langsung di titik dugaan jatuhnya korban.

  • Penyisiran Darat: Tim bergerak menyisir sepanjang kawasan pesisir pantai dari Yeh Sumbul ke arah barat hingga radius dua kilometer.

[irp]

  • Pemantauan Udara: Memanfaatkan drone thermal pada sore hari untuk mendeteksi suhu tubuh atau petunjuk visual di sekitar kawasan pantai.

  • Sinergi Lintas Unsur: Operasi ini melibatkan gabungan Pos SAR Jembrana, Polairud, TNI AL, Brimob Gilimanuk, BPBD, PMI, serta kelompok nelayan setempat.

Hingga pencarian hari pertama berakhir, keberadaan korban masih nihil. Tim SAR gabungan melanjutkan operasi pencarian dengan memperluas area penyisiran laut dan darat serta memperkuat koordinasi bersama masyarakat pesisir setempat.

Editor: Rizal