Sebabakan Macet Mengular, Jalan WR Supratman Diserbu Warga yang Foto Penjor di Kesiman
Foto: Ilustrasi

DENPASAR, Letternews.net – Kemacetan parah yang melanda kawasan Jalan WR Supratman, Denpasar, sejak pagi hari ini ternyata tidak hanya dipicu oleh lonjakan volume kendaraan di jam kerja. Arus lalu lintas di jalur nadi tersebut kian lumpuh akibat banyaknya warga dan pengguna jalan yang mendadak berhenti di bahu jalan raya guna mengabadikan keindahan puluhan penjor hias yang berjejer megah di sepanjang kawasan Kesiman.
Fenomena ini membuat laju kendaraan dari arah lampu merah Nusa Indah menuju Tohpati maupun sebaliknya tersendat hebat karena sebagian lajur jalan terpakai oleh kendaraan yang parkir sembarangan.
Fenomena ‘Spontanitas’ Foto Penjor Picu Hambatan Samping
Kawasan Kesiman memang dikenal sebagai salah satu titik pusat kreativitas pembuatan penjor hias sarat estetika di Kota Denpasar menjelang hari raya besar keagamaan. Deretan penjor yang menjulang tinggi dengan hiasan janur melengkung indah dan ornamen khas Bali tersebut menjadi daya tarik visual yang sangat memikat.
Sayangnya, tingginya antusiasme masyarakat untuk berswafoto (selfie) maupun merekam video dokumentasi tidak dibarengi dengan kesadaran tertib berlalu lintas. Banyak pengendara motor dan mobil menghentikan kendaraan mereka secara mendadak di pinggir jalan utama tanpa memikirkan dampak penyempitan lajur di belakangnya.
“Penjornya memang sangat bagus dan luar biasa kreatif, tetapi sayangnya banyak warga yang parkir motornya memakan badan jalan hanya untuk sekadar mengambil foto. Alhasil, ekor kemacetan di Jalan WR Supratman jadi makin panjang dan mengular,” keluh seorang pengendara komuter asal Gianyar. Senin, (6/7/2026).
Masyarakat Desak Petugas Turun Tangan Lakukan Penertiban
Kondisi arus lalu lintas yang semakin terkunci di beberapa titik Kesiman ini memicu keluhan dari para pengguna jalan yang mengejar waktu kerja dan sekolah. Masyarakat pengguna jalan sangat berharap ada langkah cepat dari petugas terkait untuk melakukan pengamanan di lokasi.
Aparat gabungan dari Satlantas Polresta Denpasar, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar, hingga Pecalang Desa Adat Kesiman didesak segera turun ke lapangan guna mengatur arus lalu lintas, menertibkan kendaraan yang parkir di bahu jalan, serta mengarahkan warga agar tidak mengambil dokumentasi di area yang membahayakan keselamatan bersama.
Bagi pengendara yang ingin menghindari penumpukan kendaraan di seputaran Kesiman, disarankan untuk sementara waktu mencari rute alternatif melalui jalur Jalan Gatot Subroto Timur atau akses Jalan Bypass Ngurah Rai.
Editor: Rudi









