LetterNews
22 September 2026
00:37 WITA
Topik Populer:
#KPK#Letternews#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Denpasar#Wayan Koster#Pemkot Denpasar#OJK

Tampil Energik dan ‘Metaksu’ di PKB XLVIII, Barong Ket Duta Denpasar Sekaa Telung Barung Pukau Ribuan Penonton

Foto: Duta Seni Kota Denpasar yang diwakili oleh Sekaa Telung Barung, Desa Adat Penatih, sukses menyajikan penampilan yang ekspresif, energik, dan sarat akan aura spiritual (metaksu) dalam ajang Wimbakara (Lomba) Tari Barong Ket Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII.

DENPASAR, Letternews.net – Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center Bali, mendadak bergemuruh oleh riuh tepuk tangan penonton pada Rabu (24/06/2026) malam. Duta Seni Kota Denpasar yang diwakili oleh Sekaa Telung Barung, Desa Adat Penatih, sukses menyajikan penampilan yang ekspresif, energik, dan sarat akan aura spiritual (metaksu) dalam ajang Wimbakara (Lomba) Tari Barong Ket Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII.

Tampil konsisten di panggung bergengsi tersebut, Duta Kota Denpasar bersaing sehat bersama para penampil tangguh lainnya. Mulai dari Duta Kabupaten Karangasem (Sekaa Gong Satya Yowana Giskara Kayana), Duta Kabupaten Bangli (Sanggar Swara Padma Bhuana), hingga Duta Kabupaten Buleleng (Sanggar Seni Wahana Santhi).

Pementasan spektakuler ini disaksikan langsung oleh jajaran pemimpin tertinggi Kota Denpasar. Tampak hadir di bangku penonton Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa, Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya dan AA. Gede Agung Suyoga, serta jajaran pimpinan OPD Pemkot Denpasar.

[irp]

Pertahankan Takeh Denpasar Melalui Harmoni Juru Bapang dan Juru Kendang

Koordinator Duta Tari Barong Ket Kota Denpasar, Gusti Agung Febriana Iswara Putra, menjelaskan bahwa Barong Ket bukan sekadar properti seni, melainkan simbol kebajikan (sesuwunan) yang sangat disakralkan. Manifestasi wujudnya yang artistik memicu naluri imajinatif para seniman untuk menerjemahkannya ke dalam gerak tari yang spektakuler dan berwibawa.

Menurut Agung Febriana, tantangan terbesar dalam pementasan ini adalah mengawinkan paraga teknik, tenaga, dan naluri keindahan antara juru Bapang (penari barong) serta juru kendang (penabuh kendang). Kendati dikemas dengan variasi struktur baru, orisinalitas gaya khas (takeh) Denpasar tetap dipertahankan sebagai pondasi utama.

“Filosofi ini menuntun kreativitas perkembangan pertunjukan Barong Denpasar dengan memuliakan tradisi asli. Identitas tetekes, kipekan, sesimbaran, milpil, dan takeh igel terpadu secara utuh dengan gamelan serta pupuh gegedig kendang gaya Denpasar,” ungkap Agung Febriana.

[irp]

Struktur Musikal yang Kompleks: Kombinasi Gilak hingga Omang

Secara teknis musikal, garapan Sekaa Telung Barung Penatih ini memiliki kompleksitas yang tinggi dan sangat dinamis:

  • Bagian Awal: Struktur pertunjukan mengombinasikan gending gilak babarisan dengan patopengan, menguatkan aksentuasi saat penari melakukan gerakan ngigelang pajeng bernuansa kenyang lempung.

  • Bagian Tengah: Sentuhan motif gegandrungan dielaborasi secara manis dalam bagian tari condong, goak macok, dan pelayon ketika penari menggunakan kepet (kipas).

  • Bagian Inti & Akhir: Saat masuk sesi gineman suling ngintip jangkrik, interaksi gegedig kendang berpadu intens dengan improvisasi penari Barong, sebelum ditutup manis dengan gending omang.

Melihat penampilan yang begitu hidup, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya. Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kerja keras sekaa yang telah berlatih maksimal selama berbulan-bulan.

“Kita menyaksikan penampilan yang sangat luar biasa dan metaksu. Tidak hanya menarik dari sisi estetika artistik, tetapi juga memiliki filosofi vertikal yang mendalam. Penataan gerak juru Bapang dan juru kendang begitu harmonis sehingga pesan spiritualnya sampai ke hati penonton,” puji Walikota Jaya Negara bangga.

Editor: Rudi