LetterNews
21 September 2026
22:51 WITA
Topik Populer:
#KPK#Letternews#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Denpasar#Wayan Koster#Pemkot Denpasar#OJK

Pasar Modal Indonesia Pertahankan Status Emerging Market, OJK Bidik Kepercayaan Investor Global

Foto: Ilustrasi Gemini

JAKARTA, Letternews.net – Agenda reformasi sektor keuangan di tanah air kembali membuahkan pengakuan internasional yang prestisius. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif pengumuman resmi MSCI 2026 Market Classification Review yang dirilis pada Rabu (24/06/2026). Dalam laporan tahunan tersebut, lembaga penyedia indeks global ini resmi mempertahankan posisi pasar modal Indonesia dalam kategori Emerging Markets.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan bahwa keputusan strategis ini menjadi cerminan nyata dari tingginya kepercayaan para investor global terhadap ketahanan ekonomi nasional di tengah volatilitas pasar.

“Keputusan ini mencerminkan stabilitas sektor jasa keuangan serta berbagai reformasi yang terus dilakukan untuk memperkuat transparansi, integritas, dan daya saing pasar modal Indonesia. Kami juga mencatat pengakuan MSCI atas berbagai langkah reformasi integritas pasar modal yang telah berjalan dengan sangat baik,” kata Friderica di Jakarta, Rabu (24/06/2026).

[irp]

Aksesibilitas Pasar Indonesia Masuk Kategori Terbaik di Asia-Pasifik

Pengakuan MSCI kali ini melengkapi laporan Global Market Accessibility Review 2026 yang dipublikasikan pada 19 Juni lalu. Berdasarkan hasil evaluasi independen tersebut, tingkat aksesibilitas pasar (market accessibility) Indonesia dinilai sebagai salah satu yang terbaik di antara jajaran negara Emerging Markets di kawasan Asia-Pasifik.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa capaian apik ini merupakan buah manis dari kerja keras kolektif. Agenda reformasi pasar modal dalam negeri didorong secara konsisten oleh OJK bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) sejak awal tahun 2026.

  • Pengakuan Global Beruntun: Selain MSCI, lembaga indeks dunia FTSE Russell pada April 2026 juga menetapkan Indonesia kokoh di kelompok Secondary Emerging Markets, sejajar dengan kekuatan ekonomi utama seperti Tiongkok dan India.

  • Bebas dari Daftar Pantau: Posisi solid ini dipertegas dengan keputusan FTSE Russell yang tidak memasukkan Indonesia ke dalam Watch List (daftar peninjauan khusus).

[irp]

OJK Komitmen Lanjutkan Reformasi Struktural demi Daya Saing Global

Meskipun memanen respons positif dari berbagai lembaga pemeringkat internasional, OJK menegaskan bahwa status Emerging Markets bukanlah tujuan akhir. Evaluasi konstruktif yang diberikan oleh MSCI akan dijadikan landasan utama untuk membenahi sisa ruang perbaikan struktural.

Ke depan, koordinasi erat bersama Pemerintah, Komisi XI DPR RI, pelaku industri, hingga basis investor domestik akan terus diperkuat guna meningkatkan aspek kredibilitas, tata kelola (governance), serta daya pikat investasi (investability).

“Kami meyakini pasar modal Indonesia masih sangat prospektif dan menarik, baik bagi investor domestik maupun global. Hal ini didukung oleh fundamental perekonomian domestik yang terjaga, basis investor yang terus bertumbuh, valuasi saham yang kompetitif, dan kinerja fundamental emiten yang secara umum masih sangat positif,” pungkas Hasan Fawzi optimistis.

Editor: Rudi.