LetterNews
02 November 2026
23:47 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
19 June 2026 18:41 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 19 June 2026, 18:41 WITA

Bali Jadi Barometer Sport Tourism Dunia, Gubernur Koster Buka Kejuaraan Karate Asia Senior 2026 di Nusa Dua

Foto: Gubernur Bali, Wayan Koster, menghadiri dan membuka secara resmi 22nd AKF Senior Championships 2026 atau Kejuaraan Karate Asia Senior ke-22 yang dipusatkan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kuta Selatan, Badung, Kamis (18/06/2026).

BADUNG, Letternews.net – Pulau Dewata kembali membuktikan kapasitasnya sebagai magnet utama penyelenggaraan ajang olahraga skala global. Gubernur Bali, Wayan Koster, menghadiri dan membuka secara resmi 22nd AKF Senior Championships 2026 atau Kejuaraan Karate Asia Senior ke-22 yang dipusatkan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kuta Selatan, Badung, Kamis (18/06/2026).

Ajang berasas prestasi tingkat benua ini diikuti oleh lebih dari 400 atlet karateka elite yang datang dari 33 negara. Kompetisi sengit yang dijadwalkan berlangsung pada 19–21 Juni 2026 ini bukan sekadar perebutan mahkota juara Asia, melainkan juga menjadi jalur kualifikasi resmi (tiket emas) menuju Karate World Cup.

Kehadiran Gubernur Koster yang diawali dengan agenda gala dinner bersama para delegasi internasional menegaskan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Bali dalam mendukung penuh kemajuan ekosistem sport tourism kelas dunia.

[irp]

Apresiasi Federasi Asia dan Komitmen Persaudaraan Karateka

Apresiasi tinggi datang langsung dari Vice President Asian Karate Federation (AKF), Rashid Al Ali. Pihaknya melayangkan pujian mendalam atas fasilitas prima dan keramahan luar biasa yang dipersiapkan oleh Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Indonesia.

“Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk menyambut Anda semua di kejuaraan ini di Bali. Saya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali, Bapak Gubernur Bali, dan Pemerintah Indonesia atas fasilitasi serta dukungan terhadap penyelenggaraan kejuaraan ini,” ujar Rashid Al Ali.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI), Hadi Tjahjanto, menyatakan kebanggaan besarnya atas kepercayaan Asia menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah. Ia menekankan bahwa karate menjunjung tinggi nilai sportivitas, kehormatan (respect), dan fair play di luar maupun di atas tatami.

Hadi menilai Bali adalah lokasi yang paling ideal karena menyuguhkan perpaduan magis antara keindahan alam, kekayaan budaya, dan keramahan lokal yang akan memberikan pengalaman tak terlupakan bagi para delegasi dunia.

[irp]

Indonesia Turunkan 22 Atlet Terbaik, Termasuk Andalan Asal Bali

Sebagai tuan rumah, Indonesia dipastikan tampil habis-habisan dengan menurunkan 22 atlet karateka terbaiknya untuk mengimbangi dominasi negara-negara raksasa karate Asia seperti Jepang, Iran, Kazakhstan, Vietnam, Thailand, dan Arab Saudi.

Peta persaingan dalam kejuaraan akbar di BNDCC ini diprediksi berjalan sangat ketat melalui rincian teknis berikut:

  • Keterlibatan Srikandi Bali: Sebanyak tiga atlet asal Bali resmi memperkuat Timnas Indonesia, salah satunya adalah karateka andalan Cok Istri Agung Sanistyarani yang akan turun bertarung di nomor kumite putri kelas -55 kilogram.

  • Nomor yang Dipertandingkan: Kejuaraan ini mementaskan 12 nomor individu, empat nomor beregu, serta kategori khusus Para Karate menggunakan sistem gugur.

  • Perebutan Tiket Dunia: Tiga tim terbaik pada kategori beregu akan otomatis mengamankan tempat untuk melaju ke putaran final Karate World Cup.

Hadirnya 11 juara bertahan Asia yang kembali turun gelanggang di Nusa Dua ini kian mempertegas bahwa Bali kini bukan hanya tempat berlibur, melainkan telah bertransformasi menjadi arena diplomasi olahraga internasional yang disegani di mata dunia.

Editor: Rudi.