LetterNews
03 November 2026
03:57 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
29 May 2026 09:35 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 29 May 2026, 09:35 WITA

Ubah Kain Perca Jadi Busana Mewah, Denpasar Fashion Street 2026 Siap Diguncang 10 Desainer Lokal

Foto: Menyambut kemeriahan Bulan Bung Karno 2026, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Denpasar bersinergi dengan Disperindag Kota Denpasar siap menggelar kembali ajang tahunan bergengsi Denpasar Fashion Street (DFS) 2026

DENPASAR, Letternews.net – Sektor industri kreatif di Kota Denpasar terus melahirkan terobosan yang ramah lingkungan. Menyambut kemeriahan Bulan Bung Karno 2026, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Denpasar bersinergi dengan Disperindag Kota Denpasar siap menggelar kembali ajang tahunan bergengsi Denpasar Fashion Street (DFS) 2026 pada 6 Juni mendatang.

Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, DFS 2026 akan menyulap pelataran ikonik Pasar Badung—tepatnya di Kawasan Patung Dewi Melanting—menjadi panggung runway terbuka yang megah dan eksotis.

[irp]

Dekranasda Kurasi Ketat Ratusan Desain Busana Berkelanjutan

Sebagai bagian dari persiapan akhir, Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, didampingi Wakil Ketua Dekranasda, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, mengumpulkan para perancang busana di Gedung Graha Sewaka Dharma Lumintang, Jumat (29/5/2026). Pertemuan ini ditujukan untuk melihat langsung (fitting dan kurasi) hasil rancangan busana sebelum dilepas ke hadapan publik.

Penyelenggaraan DFS tahun ini melibatkan 10 desainer lokal berbakat dengan masing-masing menampilkan 10 koleksi terbaik mereka. Yang mencuri perhatian, seluruh karya yang ditampilkan mengusung konsep sustainable fashion berkarakter tinggi, yakni memanfaatkan sisa kain atau kain perca yang dikreasikan secara inovatif menjadi gaun elegan, tas mewah, hingga berbagai aksesori pelengkap.

“Hasil karya para desainer muda Denpasar sangat luar biasa. Mereka mampu mengolah kain perca menjadi busana yang elegan, unik, dan bernilai ekonomis tinggi. Ini membuktikan desainer kita memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional dengan tetap mengedepankan inovasi dan kepedulian terhadap isu lingkungan,” ujar Sagung Antari dengan penuh bangga.

[irp]

Solusi Cerdas Atasi Sampah Tekstil Melalui Karya Bernilai Ekonomi

Kepala Disperindag Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari, menjelaskan bahwa seluruh rancangan busana ini tidak lahir instan. Para desainer muda telah melewati proses bimbingan dan kurasi ketat yang melibatkan para desainer senior Bali guna menjamin kualitas produk yang siap pakai (ready-to-wear).

Kolaborasi desain busana dengan pemanfaatan kain perca ini juga menjadi strategi nyata pemerintah daerah dalam menekan laju limbah konveksi di perkotaan.

[irp]

“Kita saat ini menghadapi persoalan sampah yang kompleks, termasuk limbah tekstil. Karena itu, tema yang kami angkat adalah zero-waste melalui pemanfaatan sisa kain agar tidak ada material yang terbuang sia-sia. Di tangan mereka, kain perca diolah sedemikian rupa sehingga tidak terlihat seperti bahan sisa, melainkan karya fashion unggulan,” pungkas Sri Utari.

Melalui panggung Denpasar Fashion Street 2026, Pemkot Denpasar optimistis mampu membuka peluang pasar yang lebih luas bagi industri kreatif lokal sekaligus memperkuat identitas Denpasar sebagai kota kompeten berbasis budaya dan kreativitas sirkular.

Editor: Rudi.