Sambut Era AI, Biznet Gandeng Ciena Suntik Teknologi 400G di Kabel Bawah Laut BNCS-1
Foto: Presiden Direktur Biznet, Adi Kusma

JAKARTA, Letternews.net – Raksasa infrastruktur digital Indonesia, Biznet, secara resmi mengumumkan langkah strategis untuk memperkuat tulang punggung (backbone) jaringan internasionalnya. Biznet sukses mengimplementasikan teknologi canggih WaveLogic 5 Extreme (WL5e) besutan Ciena (NYSE: CIEN) pada jalur kabel bawah laut Biznet Nusantara Cable System-1 (BNCS-1) yang menghubungkan konektivitas krusial antar Pulau Jawa, Sumatra, dan Bangka, Senin (25/5/2026).
Langkah peningkatan infrastruktur ini sengaja diambil demi menghadirkan layanan berkecepatan tinggi hingga 400G. Terobosan ini sekaligus memperlebar kapasitas jalur koneksi lokal menuju gateway internasional guna menyokong percepatan digitalisasi nasional.
Inovasi Bandwidth Taktis Guna Menjawab Tantangan Lonjakan Data
Presiden Direktur Biznet, Adi Kusma, menegaskan bahwa kerja sama jangka panjang dengan Ciena merupakan bukti komitmen perusahaan dalam merespons kebutuhan kapasitas bandwidth masyarakat yang kian dinamis dan masif di era modern.
“Di tengah dunia yang semakin terhubung, Biznet berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi layanan dan memberikan pengalaman digital optimal bagi pelanggan. Teknologi WaveLogic dari Ciena memungkinkan kami mewujudkan layanan yang lebih cepat dan andal guna menjawab tantangan era digital serta mendorong digitalisasi di Indonesia,” ungkap Adi Kusma secara lugas.
Dalam proses eksekusinya, Ciena Services bersama mitranya, Terrabit Networks, mengawal langsung fase perancangan hingga penerapan perangkat Ciena 6500 berbasis WL5e. Integrasi ini diperkuat oleh Ciena Navigator Network Control Suite untuk mengotomatisasi perencanaan jaringan, sehingga operasional internal Biznet menjadi jauh lebih efisien.
Indonesia Jadi Hub Konektivitas Utama Asia Tenggara di Era Kripto dan AI
Ekspansi kapasitas digital ini juga mendapat sorotan positif dari dunia internasional. Regional Managing Director ASEAN Ciena, Alex Wong, menyebutkan bahwa Indonesia kini telah bertransformasi menjadi pusat konektivitas paling seksi di wilayah Asia Tenggara.
Tingginya penetrasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) menuntut penyediaan jaringan berkapasitas raksasa namun dengan tingkat latensi (delay) yang sekecil mungkin.
Beberapa poin krusial dari kelanjutan kolaborasi strategis Biznet dan Ciena ini meliputi:
-
Optimalisasi Spektrum: Mengunci efisiensi spektrum jaringan bawah laut BNCS-1 untuk pertumbuhan bisnis jangka panjang.
-
Ekspansi Lintas Pulau: Memperkuat interkoneksi di wilayah Jawa, Bali, Sumatra, Batam, Bangka, Kalimantan, Sulawesi, hingga Flores.
-
Akses Global Batam–Singapura: Peningkatan kapasitas masif pada jalur Batam–Singapura untuk mempercepat akses ke berbagai layanan berskala global.
Di akhir keterangannya, Adi Kusma kembali menggarisbawahi bahwa di era gempuran AI, koneksi internet bukan lagi sekadar kebutuhan pelengkap, melainkan fondasi utama penggerak ekonomi digital nasional.
Editor: Rudi.









