Polda Bali & Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Kokain 2,5 Kg Asal Kazakhstan Senilai Rp17,8 Miliar!
Drama Paripurna DPRD Bali: Absennya “Dewa Jack” dan Sentilan Fraksi Gerindra Soal Teguran Viral Koster
Foto: Dewa Made Mahayadnya alias Dewa Jack

DENPASAR, Letternews.net – Rapat Paripurna ke-33 DPRD Provinsi Bali yang digelar Selasa (14/4/2026) berlangsung dengan dinamika politik yang cukup hangat. Sidang yang membahas Raperda Tata Kelola Pariwisata dan Pajak Daerah ini justru diwarnai dengan sorotan terhadap absennya pimpinan dewan serta polemik internal antara eksekutif dan legislatif.
Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya (Dewa Jack), tidak tampak memimpin sidang. Wakil Ketua DPRD Bali, Diesel Astawa, mengonfirmasi bahwa politisi PDIP tersebut tengah mengikuti kegiatan retreat Ketua DPRD se-Indonesia atas arahan langsung Presiden RI, Prabowo Subianto.
Namun, suasana sidang mendadak riuh saat Ketua Fraksi Gerindra, Gede Harja Astawa, melontarkan interupsi. Ia menyinggung soal perbedaan pernyataan antara Ketua DPRD dan Gubernur Bali terkait pengelolaan sampah organik yang berujung pada teguran keras dari Gubernur Wayan Koster hingga viral di media sosial.
“Ini menjadi pertanyaan publik, apakah teguran itu disampaikan dalam kapasitas pimpinan partai kepada kader, atau dalam konteks pemerintahan daerah? Mengingat hal ini menyangkut transparansi anggaran,” cetus Gede Harja di hadapan forum.
Polemik ini sendiri berawal dari pernyataan Dewa Jack mengenai alokasi anggaran pengadaan lahan komposter di Kabupaten Klungkung yang nilainya fantastis, mencapai Rp400 miliar. Pernyataan tersebut sebelumnya sempat mendapat respons pedas dari Gubernur Koster.
Ditemui usai rapat, Gubernur Wayan Koster menanggapi santai sorotan tersebut. Ia menegaskan bahwa komunikasinya dengan Dewa Jack tidak terganggu oleh insiden tersebut.
“Baik-baik saja, kan itu kader,” ujar Koster singkat sembari berlalu.
Meski diwarnai “bumbu” politik, Rapat Paripurna tetap berjalan sesuai agenda guna merampungkan regulasi strategis bagi pariwisata dan pendapatan daerah Bali ke depan.
Editor: Rudi.







