Regenerasi Petani: Tani Muda Indonesia Bali Siap Dilantik, Fokus pada Ekonomi Kerakyatan
Jaga Harmoni Budaya, Wawali Arya Wibawa Saksikan Pengukuhan Prajuru Baru Desa Adat Pedungan
Foto: Wakil Walikota Denpasar Arya Wibawa menghadiri pengukuhan Prajuru Desa Adat Pedungan masa bakti 2026-2031. Tekankan sinergi adat dan pemerintah jaga budaya.

DENPASAR, Letternews.net – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri Upacara Pangukuhan dan Majaya-jaya Prajuru Desa Adat Pedungan Masa Bakti 2026–2031, Selasa (17/3/2026). Bertempat di Bale Agung Pura Desa Adat Pedungan, Denpasar Selatan, prosesi sakral ini menjadi simbol kesinambungan tata kelola adat di wilayah tersebut.
Upacara berlangsung dengan khidmat, dipuput oleh Ida Pedanda Gede Watulumbang Sibang. Kehadiran Wawali Arya Wibawa juga didampingi oleh Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Ketua MDA Kota Denpasar I Ketut Wisna, Anggota DPRD Denpasar Anak Agung Ngurah Gede Wirawan, serta Kadis Kebudayaan Denpasar Raka Purwantara.
Sinergi untuk Pembangunan Berbasis Budaya
Dalam arahannya, Wawali Arya Wibawa menekankan pentingnya peran Desa Adat sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga nilai-nilai luhur dan mendukung pembangunan berbasis kearifan lokal.
“Peran Bendesa Adat sangat penting dalam menjaga harmoni dan nilai budaya Bali. Sinergi antara desa adat dan pemerintah harus terus diperkuat untuk memastikan program pembangunan berjalan selaras dengan adat istiadat kita,” ujar Arya Wibawa.
Pada kesempatan tersebut, Wawali Arya Wibawa juga menyerahkan piagam penghargaan kepada I Gusti Putu Budiarta sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjabat sebagai Bendesa Adat periode sebelumnya.
Nakhoda Baru dari Banjar Puseh
Berdasarkan SK MDA Provinsi Bali, I Ketut Dantara dari Banjar Puseh resmi ditetapkan sebagai Bendesa Adat Pedungan yang baru. Pemilihan ini merupakan hasil musyawarah dan voting perwakilan lima banjar yang dikoordinasikan oleh panitia pemilihan.
Ketua MDA Kota Denpasar, I Ketut Wisna, berharap prajuru yang baru dapat langsung tancap gas mendukung program-program krusial, mulai dari penanganan sampah berbasis sumber hingga pemberdayaan perempuan dan yowana.
“Diharapkan prajuru yang baru dapat menjalankan tugas dengan baik berlandaskan nilai Tri Hita Karana, demi kesejahteraan krama Desa Adat Pedungan,” pungkas Ketua Panitia, I Made Alit Wisnu Putra.
Editor: Rudi.







