
BALI, Letternews.net – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Bali bergerak cepat memastikan kesiapan infrastruktur dan pengamanan jelang momentum besar di bulan Maret ini. Dipimpin langsung oleh Dirlantas Polda Bali, Kombes Pol Turmudi, S.I.K., jajaran kepolisian melakukan survey intensif jalur mudik untuk menyambut Operasi Ketupat Agung 2026.
Langkah antisipatif ini dilakukan mengingat adanya dinamika unik di tahun ini, di mana perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 jatuh berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
[irp]
Selama dua hari, tim menyisir jalur-jalur utama mobilitas masyarakat. Pada hari pertama, fokus diarahkan ke wilayah Timur, meliputi Pos Terpadu Pelabuhan Padangbai, Pos Pelayanan Goa Lawah, hingga Pos Pengamanan Masceti di Gianyar.
Memasuki hari kedua, tim beralih ke jalur Barat yang menjadi urat nadi mudik darat, yakni jalur Denpasar–Gilimanuk. Survey mencakup Terminal Mengwi, Pos Selabih Tabanan, hingga kesiapan buffer zone dan bengkel siaga di Pelabuhan Gilimanuk guna mengantisipasi antrean panjang kendaraan.
“Kami melakukan survey langsung untuk memastikan personel, sarana prasarana, dan sistem pengaturan lalu lintas sudah siap. Hal ini krusial agar masyarakat bisa mudik dengan aman, tertib, dan lancar,” ujar Kombes Pol Turmudi.
[irp]
Selain kesiapan fisik jalan dan pos pengamanan, Dirlantas menekankan pentingnya pesan toleransi. Mengingat Nyepi dan Lebaran yang berdekatan, personel di lapangan diinstruksikan untuk aktif mengedukasi masyarakat agar menjaga harmoni dan saling menghormati selama perjalanan.
“Tahun ini penuh dinamika karena rangkaian Nyepi berdekatan dengan Idul Fitri. Kami siapkan langkah antisipatif, termasuk penguatan pengaturan lalu lintas dan himbauan keselamatan untuk menekan angka kecelakaan,” tambahnya.
Secara umum, hasil survey menunjukkan Bali telah siap menghadapi lonjakan pemudik. Fasilitas pendukung seperti kendaraan derek dan pos pelayanan kesehatan telah disiagakan di titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan.
Editor: Rudi.