Transformasi Digital Pramuka Bali: Cok Ace Dorong Standarisasi Mutu Pelatih Lewat E-Learning
Buka Bina Posyandu 2026, Putri Koster: Kader Adalah Ujung Tombak Pengawal 6 SPM di Masyarakat
Foto: Ketua TP Posyandu Bali Putri Koster resmi membuka Bina Posyandu 2026. Kader kini wajib kuasai 6 bidang SPM untuk kesejahteraan masyarakat Bali.

DENPASAR, Letternews.net – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Putri Koster, secara resmi membuka kegiatan Bina Posyandu Tahun 2026 yang digelar di Bapelkesmas Bali, Selasa (10/3/2026). Kegiatan perdana di tahun 2026 ini menandai transformasi besar peran kader Posyandu di Pulau Dewata yang kini meluas melampaui urusan kesehatan semata.
Dalam sambutannya, Putri Koster menekankan bahwa kader Posyandu saat ini memiliki tanggung jawab strategis untuk mengawal enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Hal ini bertujuan agar setiap permasalahan di akar rumput dapat terdeteksi dan tertangani dengan cepat.
“Kegiatan ini diadakan untuk menyamakan persepsi. Kader Posyandu kini tidak hanya fokus pada kesehatan, tetapi juga mencakup pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, hingga ketenteraman dan ketertiban umum (Trantibum Linmas),” tegas Putri Koster.
Sinergi dan Pelaporan Terpadu
Putri Koster menjelaskan bahwa penguasaan enam bidang SPM akan memudahkan kader dalam mengawal dinamika masyarakat. Jika ditemukan kendala yang bukan di bidangnya, kader diharapkan tetap responsif dengan mencatat dan melaporkannya kepada pimpinan terkait.
“Kader harus membekali diri dengan keahlian dan kemauan bekerja sama. Kolaborasi antarbidang sangat penting agar program pembangunan masyarakat berjalan selaras tanpa membedakan latar belakang maupun status sosial,” imbuhnya.
Kawal Program Sampah Berbasis Sumber
Selain urusan SPM, Putri Koster juga menitipkan misi lingkungan melalui gerakan Palemahan Kedas. Ia mengajak ribuan kader Posyandu di Bali untuk menjadi teladan dalam pengelolaan sampah berbasis sumber yang dimulai dari rumah tangga.
“Mari kita biasakan memilah sampah sejak dari rumah. Ini bukan hanya soal kebiasaan baik, tapi sangat membantu petugas di TPS3R agar proses pengelolaan sampah lebih cepat dan lingkungan kita menjadi lebih bersih,” harapnya.
Kegiatan Bina Posyandu ini akan berlangsung selama tiga hari hingga 12 Maret 2026, dengan peserta dari seluruh kabupaten/kota se-Bali. Diharapkan, sekembalinya dari pembinaan ini, para kader mampu bergerak serentak dalam meningkatkan kesejahteraan, kecerdasan, dan kesehatan masyarakat Bali.
Editor: Rudi.







