Jelang HUT Kota Denpasar ke-238, Gus Yoga Desak Pemerintah Beri Ruang Khusus Bagi Seniman Senior

 Jelang HUT Kota Denpasar ke-238, Gus Yoga Desak Pemerintah Beri Ruang Khusus Bagi Seniman Senior

Foto: Wakil Ketua DPRD Denpasar Gus Yoga (Ida Bagus Yoga Adi Putra) tegaskan pentingnya melibatkan seniman senior dalam perayaan HUT Kota Denpasar ke-238.

DENPASAR, Letternews.net – Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Denpasar ke-238 yang jatuh pada 27 Februari mendatang, sorotan tajam datang dari kursi legislatif. Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra, atau yang akrab disapa Gus Yoga, mengingatkan pemerintah agar tidak melupakan jasa para seniman senior yang telah membangun fondasi budaya di Ibu Kota Provinsi Bali ini.

Sebagai pimpinan DPRD termuda di Kota Denpasar, Gus Yoga menekankan bahwa kemeriahan HUT Kota seharusnya menjadi momentum untuk memberikan penghormatan tertinggi kepada para tokoh seni yang selama ini menjadi penjaga tradisi.

BACA JUGA:  Gubernur Koster Raih Penghargaan Tokoh Pelindung Budaya Bali

“Jangan Sampai Mereka Merasa Ditinggalkan”

Dalam pernyataannya pada Rabu (21/01/2026), Gus Yoga menyampaikan aspirasi agar agenda perayaan tahun ini lebih inklusif dengan melibatkan tokoh-tokoh sepuh seni. Menurutnya, modernisasi pembangunan di Denpasar tidak boleh mengikis perhatian terhadap aktor utama pelestari budaya.

“Kami berharap para seniman senior ini kembali diundang, dilibatkan, dan diberi ruang. Jangan sampai mereka merasa ditinggalkan oleh Kota Denpasar, padahal jasa mereka sangat besar dalam membesarkan budaya kita,” ujar politisi muda ini dengan tegas.

BACA JUGA:  PSI Kenalkan Sembilan Program Yang Akan Diperjuangkan di Senayan

Ruang Ekspresi dan Apresiasi Nyata

Gus Yoga menambahkan bahwa melibatkan seniman senior bukan sekadar tentang seremoni, melainkan upaya transfer pengetahuan kepada generasi muda (Gen Z dan Milenial) di Denpasar. Ia mengusulkan agar dalam rangkaian HUT ke-238 nanti, ada panggung khusus atau sesi apresiasi bagi mereka yang telah puluhan tahun mengabdi di dunia seni.

“Denpasar adalah kota kreatif berbasis budaya. Jika para maestro kita tidak diberi ruang, kita akan kehilangan jati diri. Pemerintah Kota harus memastikan para pejuang budaya ini tetap merasa memiliki dan dimiliki oleh Denpasar,” tambahnya.

BACA JUGA:  Perekonomian Bali Tumbuh dari Budaya, Gubernur Koster Tegaskan Pentingnya Peran Sulinggih Jaga Jati Diri Pulau Dewata

Komitmen DPRD Kota Denpasar

Pihak DPRD Kota Denpasar berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan yang pro-budaya dan pro-kesejahteraan seniman. Gus Yoga berharap perayaan HUT tahun ini menjadi titik balik sinergi antara pemerintah, anak muda, dan para tokoh senior demi menjaga ekosistem seni di Kota Denpasar agar tetap berkelanjutan.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: