
DENPASAR, Letternews.net – Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem ekonomi yang berakar kuat pada nilai-nilai lokal dan menjauh dari dominasi kapitalisme. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi Koperasi Bina Usaha Kerthi Bali di Jayasabha, Denpasar, Jumat (16/01/2026).
Pertemuan strategis ini membahas penguatan koperasi multipihak yang menjadi payung bagi koperasi-koperasi eksisting di Bali, guna mempercepat implementasi Ekonomi Kerthi Bali yang berkelanjutan dan berlandaskan budaya.
[irp]
Gubernur Koster menekankan bahwa koperasi di Bali tidak boleh hanya sekadar ada, tetapi harus menjadi penggerak utama ekonomi berbasis potensi lokal. Ia meminta setiap produk koperasi mengedepankan identitas dan branding Bali yang kuat.
“Koperasi harus menjadi penggerak utama ekonomi Bali yang berbasis potensi lokal. Produk pertanian, peternakan, dan seluruh turunannya harus menjadi kekuatan utama kita,” tegas Gubernur Koster.
[irp]
Bali memiliki karakteristik UMKM sektor pangan yang unik—skala usahanya mungkin kecil secara luasan, namun jumlahnya sangat masif dengan kualitas unggulan. Gubernur meyakini, jika dikelola dengan manajemen yang baik, UMKM pangan Bali mampu bersaing di level nasional.
Salah satu sektor yang disorot tajam adalah peternakan babi. Bali memiliki SDM peternak yang berpengalaman luas. Kedepannya, Pemerintah Provinsi Bali akan menempuh dua jalur pengembangan:
Pemurnian Plasma Nutfah: Mengintensifkan babi lokal Bali di lokasi tertentu untuk menjaga kelestarian ras asli.
Pengembangan Babi Ras: Untuk memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas secara intensif.
[irp]
Selain peternakan, komoditas pertanian unggulan seperti Padi Sudaji menjadi harapan baru kemandirian pangan Bali. Hasil riset menunjukkan Padi Sudaji memiliki masa panen singkat, yakni sekitar 105 hari, dengan hasil produksi per hektare yang sangat menjanjikan.
[irp]
Untuk mendukung visi ini, Pemprov Bali berkomitmen memperkuat regulasi serta infrastruktur penunjang, baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Langkah ini diambil untuk menjamin keadilan bagi rakyat kecil.
“Kita ingin ekonomi Bali tumbuh kuat, tetapi tetap berakar pada nilai-nilai lokal, koperasi, dan kebersamaan. Inilah Ekonomi Kerthi Bali,” pungkas sosok di balik lahirnya berbagai regulasi perlindungan produk lokal Bali ini.
Editor: Rudi.