LetterNews
03 November 2026
00:09 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
05 July 2026 23:06 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 05 July 2026, 23:06 WITA

Walikota Jaya Negara Nyanggingin Topeng Keras, Pemkot Denpasar Gelar Bhakti Penganyar di Pura Semeru Agung Lumajang

Foto : Jajaran Pemkot Denpasar yang dipimpin Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya saat melaksanakan Bhakti Penganyar serangkajan Piodalan Satunggil Warsa di Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Lumajang bertepatan dengan Rahina Redite Pon Wuku Medangsia, Minggu (5/7).

LUMAJANG, Letternews.net – Jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar melaksanakan prosesi upacara suci Bhakti Penganyar serangkaian Piodalan Satunggil Warsa di Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Ritual keagamaan umat Hindu ini berlangsung khidmat tepat pada Rahina Redite Pon Wuku Medangsia, Minggu (5/7/2026).

Puncak ritual ini menjadi sangat istimewa karena dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan tertinggi Kota Denpasar yang berbaur bersama ribuan umat (pemedek). Tampak hadir Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa, serta Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya.

[irp]

Sinergi Hindu Jawa-Bali dan Pesona Seni Tari Wali di Penataran

Hadir pula dalam persembahyangan tersebut Pangrajeg Karya yang juga Panglingsir Puri Ubud, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), serta jajaran pimpinan organisasi wanita Pemkot Denpasar.

Rangkaian Bhakti Penganyar diawali dengan persembahan sejumlah tari sakral (pengilen). Mulai dari Tari Rejang Renteng yang dibawakan oleh WHDI dan DWP Kota Denpasar, Tari Rejang Taksu Bhuwana, hingga Tari Baris Gede yang ditarikan oleh Forum Perbekel/Lurah Kota Denpasar.

Atmosfer spiritual semakin bergetar saat Paguyuban Seniman Kota Denpasar menyuguhkan Topeng Wali. Secara spontan, Walikota Jaya Negara turut ngayah mesolah (menari) membawakan karakter Topeng Keras. Diiringi lantunan suara Kidung suci dan tabuhan gambelan, ritual diakhiri dengan persembahyangan bersama yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Dwija Padang Rata dari Griya Kutri, Gianyar.

“Pelaksanaan pujawali ini merupakan momentum penting bagi kita semua untuk selalu eling dan meningkatkan sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Ini adalah implementasi nyata dari konsep Tri Hita Karana guna menjaga keharmonisan antara parahyangan, pawongan, dan palemahan,” ujar Walikota Jaya Negara.

[irp]

Piodalan Berlangsung 11 Hari, Satukan Pemkot Denpasar, Surabaya, dan Sidoarjo

Manggala Karya Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Cokorda Gede Indrayana, menjelaskan bahwa keberadaan pura legendaris di kaki Gunung Semeru ini merupakan simbol perpaduan harmonis antara Hindu Jawa dan Hindu Bali. Oleh karena itu, setiap pelaksanaan Bhakti Penganyar selalu dipadukan secara sinergis antara Pemkab/Pemkot dari Bali dan Jawa Timur.

“Seperti hari ini, Bhakti Penganyar dari Pemkot Denpasar dilaksanakan bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan Pemerintah Kota Surabaya,” ungkap Cokorda Indrayana.

Pada tahun 2026 ini, rangkaian Piodalan di Pura Mandhara Giri Semeru Agung dipastikan berlangsung selama 11 hari penuh. Prosesi adat telah dimulai sejak hari Purnama Kasa, Senin (29/6/2026) lalu, dan akan nyineb pada Jumat (10/7/2026) mendatang. Selama rentang waktu tersebut, arus umat Hindu yang sebagian besar tangkil dari Bali terpantau silih berganti berdatangan selama 24 jam penuh demi memohon kerahayuan jagat.

Editor: Rudi