LetterNews
03 November 2026
05:41 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
08 July 2026 23:10 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 08 July 2026, 23:10 WITA

Tonggak Baru Bali: Menko Pangan dan Danantara Groundbreaking PSEL Denpasar Raya, Ubah 2.000 Ton Sampah Jadi Listrik

Foto: Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negar bersama Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri seremoni peresmian pembangunan (groundbreaking) yang ditandai dengan menuangkan sampah ke tempat pembuangan sampah di Kawasan Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan, Rabu (8/7).

DENPASAR, Letternews.net – Sistem pengelolaan sampah modern dan berkelanjutan di Pulau Dewata resmi memasuki babak baru. Proyek strategis Pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya resmi dimulai melalui seremoni peresmian pembangunan (groundbreaking) di Kawasan Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan, pada Rabu (8/7/2026).

Peresmian ditandai dengan penuangan sampah secara simbolis ke tempat pembuangan. Mega proyek ini dirancang sebagai solusi jangka panjang yang konkret untuk mengatasi persoalan sampah di kawasan aglomerasi Denpasar Raya, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.

Acara monumental ini dihadiri oleh jajaran menteri dan tokoh penting nasional, di antaranya:

  • Zulkifli Hasan (Menteri Koordinator Bidang Pangan RI)

  • Rosan Perkasa Roeslani (Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO BPI Danantara)

  • Pandu Patria Sjahrir (CEO Danantara Investment Management)

  • Wayan Koster (Gubernur Bali)

  • I Gusti Ngurah Jaya Negara (Wali Kota Denpasar) bersama Wakil Wali Kota I Kadek Agus Arya Wibawa.

Turut hadir pula Wakil Menko Pangan Hanif Faisol Nurofiq, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, serta jajaran Forkopimda Provinsi Bali.

[irp]

Sinergi PLN dan Danantara: Kepastian Jual Beli Tenaga Listrik

Tidak sekadar seremonial, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan aksi korporasi nyata. Dilakukan penandatanganan Sponsorship Agreement antara PT PLN (Persero) dengan Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) PSEL.

Selain itu, kedua belah pihak resmi menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (Power Purchase Agreement/PPA). Langkah ini mengunci kerja sama hilirisasi energi berbasis pengolahan sampah agar daya listrik yang dihasilkan dari PSEL bisa langsung diserap dan didistribusikan ke masyarakat.

[irp]

Wali Kota Jaya Negara: Angin Segar Pengelolaan Sampah Kota

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Pusat atas terealisasinya proyek ini. Menurutnya, masalah persampahan perkotaan di Denpasar memerlukan penanganan revolusioner dengan teknologi mutakhir.

“Ini menjadi angin segar dalam mendukung penanganan persampahan sekaligus mengubah sampah menjadi sumber energi yang bernilai ekonomis. Kami optimistis kehadiran PSEL Denpasar Raya akan menjadi langkah nyata mengatasi persoalan sampah bagi generasi mendatang,” ujar Jaya Negara.

Jaya Negara berharap pembangunan fasilitas ini dapat berjalan sesuai target dengan mengedepankan tiga prinsip utama: tepat waktu, tepat mutu, dan tepat guna, demi mewujudkan Bali yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.

[irp]

Target Rampung Akhir 2027, Gunakan Teknologi Emisi Rendah

CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, didampingi Pandu Patria Sjahrir menegaskan komitmen Danantara dalam menghadirkan investasi yang profesional, transparan, dan akuntabel. Pemilihan mitra proyek ini melibatkan tenaga ahli independen demi memastikan tata kelola yang baik (good governance).

“Infrastruktur waste-to-energy ini telah sukses diterapkan di berbagai negara maju. Proyek ini tidak hanya berkontribusi terhadap kualitas lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat ketahanan energi,” jelas Rosan.

Menko Pangan Zulkifli Hasan menambahkan bahwa PSEL Denpasar Raya merupakan komitmen gotong royong lintas sektor. Fasilitas ini akan mengadopsi teknologi terbaru berstandar emisi rendah dengan kapasitas pengolahan yang fantastis, yakni mencapai 1.500 hingga 2.000 ton sampah per hari.

“Ini merupakan groundbreaking PSEL pertama di Bali. Mudah-mudahan proyek ini selesai sesuai target dan pada akhir tahun 2027 sudah dapat diresmikan sebagai solusi nyata penanganan sampah di kawasan Denpasar Raya,” pungkas Zulkifli Hasan.

Editor: Rudi

Mari bergabung bersama kami!