Tingkatkan Swasembada Pangan, Kementerian PU Rehabilitasi Jaringan Irigasi DAS Sungi Tabanan

 Tingkatkan Swasembada Pangan, Kementerian PU Rehabilitasi Jaringan Irigasi DAS Sungi Tabanan

Foto: Kepala BWS Bali-Penida, Gunawan Suntoro

 

BALI, Letternews.net – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida Direktorat Jenderal Sumber Daya Air tengah gencar melakukan rehabilitasi jaringan irigasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungi, Kabupaten Tabanan. Langkah ini diambil untuk mendukung sektor pertanian Bali, terutama karena selama ini banyak air sungai terbuang percuma saat debit air sedang tinggi.

Menteri PU Dody Hanggodo di Jakarta akhir pekan kemarin menyatakan bahwa rehabilitasi ini adalah bagian dari transformasi sistem irigasi untuk mendukung swasembada pangan. “Kita bukan sekadar memperbaiki, tetapi juga memperkuat sistem distribusi air agar lebih efisien dan merata,” tegasnya.

BACA JUGA:  Rakernas Pramuka 2026: Kwarda Bali Siap Transformasi Potensi Lokal Demi Dukung Swasembada Pangan Nasional

Progres Capai 91 Persen

DAS Sungi membawahi sembilan daerah irigasi (DI) dengan total luas area sekitar 3.885 hektar. Pada tahun ini, tiga DI yang menjadi fokus rehabilitasi adalah DI Mudeh, DI Tinjak Menjangan, dan DI Tungkub.

Kepala BWS Bali-Penida, Gunawan Suntoro, mengungkapkan bahwa pekerjaan rehabilitasi saat ini telah mencapai 91 persen. “Jaringan irigasi yang sedang ditangani sepanjang 1,35 kilometer (km) dengan luas area sekitar 84 hektar. Progres pekerjaannya saat ini sudah 91 persen, tinggal merapikan betonnya,” kata Gunawan.

BACA JUGA:  Garis Pantai Mundur Parah, Pemkab Klungkung dan Ditjen SDA Bahas Solusi Permanen Abrasi

Rehabilitasi ini bertujuan mengatasi penurunan fungsi sarana pengairan. BWS Bali-Penida mengubah saluran irigasi yang semula berupa saluran alami/tanah menjadi saluran teknis dengan menggunakan beton precast dan pasangan batu kali, serta pemasangan pintu air baru di DI Tinjak Menjangan.

Gunawan berharap peningkatan jaringan irigasi ini dapat membuat seluruh aliran air dimanfaatkan secara optimal untuk persawahan, sehingga produktivitas pertanian di Tabanan dapat meningkat secara signifikan.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: