Tertimbun Reruntuhan Rumah, Korban Banjir Bandang di Desa Bakti Seraga Buleleng Ditemukan Meninggal Dunia

 Tertimbun Reruntuhan Rumah, Korban Banjir Bandang di Desa Bakti Seraga Buleleng Ditemukan Meninggal Dunia

Foto: Penemuan jasad korban mengakhiri pencarian intensif yang dilakukan sejak siang hari, setelah Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) menerima laporan kedaruratan pada pukul 13.55 WITA.

BULELENG, Letternews.net – Operasi pencarian korban bencana alam yang melanda Bali Utara berakhir duka. Satu orang korban yang dilaporkan hilang akibat terjangan banjir bandang di Desa Bakti Seraga, Kabupaten Buleleng, akhirnya ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (12/6/2026) sore.

Korban teridentifikasi sebagai seorang pemuda bernama Ricardo Razaq Alghivieri (20). Penemuan jasad korban mengakhiri pencarian intensif yang dilakukan sejak siang hari, setelah Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) menerima laporan kedaruratan pada pukul 13.55 WITA.

[irp]

Siasat Penyisiran Sungai Hingga Evakuasi Manual di Bawah Reruntuhan

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Buleleng, Kadek Donny Indrawan, menjelaskan bahwa dalam fase awal operasi, tim SAR langsung membagi personel ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU). Hal ini dilakukan untuk menyisir titik-titik krusial di sekitar wilayah terdampak banjir.

Sebagian tim difokuskan untuk menyisiri aliran sungai yang meluap hingga menjangkau kawasan pesisir Pantai Pengambengan. Namun, titik terang baru muncul menjelang petang dari lokasi pemukiman yang diterjang banjir.

“Kami membagi tim dalam tindak awal pencarian atau penyisiran di daerah lokasi kejadian ini. Pada pukul 16.15 WITA, kami menerima informasi bahwa target telah ditemukan di bawah reruntuhan rumah. Selanjutnya, kami laksanakan evakuasi secara manual,” terang Kadek Donny Indrawan di lokasi kejadian.

Proses evakuasi jasad Ricardo berlangsung dramatis dan memakan waktu hampir satu jam hingga pukul 17.12 WITA. Tim SAR gabungan harus bergerak dengan ekstra hati-hati karena kondisi struktur bangunan rumah yang roboh tersebut masih sangat labil dan rawan runtuh susulan. Setelah berhasil dikeluarkan, jenazah korban langsung dievakuasi ke RSUD Buleleng menggunakan ambulans PMI Buleleng.

[irp]

Sinergi Ratusan Personel Gabungan dalam Operasi Kemanusiaan

Cepatnya penemuan korban tidak lepas dari pergerakan masif ratusan personel gabungan di lapangan. Operasi kemanusiaan ini dikawal dan dipantau langsung oleh Bupati Buleleng beserta jajaran instansi vertikal terkait.

Sejumlah unsur SAR yang bahu-membahu dalam evakuasi ini meliputi:

  • Aparat Hukum & TNI: Polairud Polres Buleleng, Polsek Kota Singaraja, Samapta Polres Buleleng, Babinsa/Bhabinkamtibmas Bakti Seraga, Koramil 01 Buleleng, dan TNI AL Pos Sangsit.

  • Instansi Daerah: BPBD Buleleng, Damkar Buleleng, Dinas PUTR, Dinas Sosial, dan pegawai Kecamatan Buleleng.

  • Relawan & Organisasi Komunitas: PMI Buleleng, Balawista, Bhuana Bali Rescue, perangkat desa, pihak keluarga, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.

Manajemen Letternews.net mengucapkan turut berbelasungkawa yang mendalam kepada pihak keluarga korban yang ditinggalkan. Melalui peristiwa kelam ini, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dini terhadap cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi, terutama bagi yang bermukim di dekat bantaran sungai dan wilayah rawan banjir.

Editor: Rudi.

Bagikan: