LetterNews
03 November 2026
06:06 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
20 October 2026 13:35 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Rudianto | Dipublikasikan: 20 October 2026, 13:35 WITA

Terbukti Efektif Urai Antrean SPBU, Pemprov Bali Resmi Perpanjang Sistem Ganjil-Genap Pengisian BBM Hingga 23 Oktober 2026

Rakor Bersama Menteri ESDM dan Pertamina Pastikan Stok Energi Bali Aman: Gubernur Koster Sampaikan Apresiasi Tinggi Atas Gotong Royong Krama dan Pengamanan TNI-Polri

Keputusan ini diambil Gubernur Bali Wayan Koster usai Rakor bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kapolda Bali, Kasdam IX/Udayana, dan jajaran Dirut Pertamina di Sanggaran, Denpasar (19/10/2026). Foto: Hum

DENPASAR, Letternews.net – Pemerintah Provinsi Bali secara resmi memperpanjang kebijakan penerapan Sistem Ganjil-Genap dalam pelayanan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) se-Bali hingga Jumat, 23 Oktober 2026.

Keputusan perpanjangan kebijakan yang sebelumnya berlaku pada 17–19 Oktober 2026 ini diambil lantaran penerapannya terbukti sangat efektif mengurai antrean panjang kendaraan di bahu jalan, mempercepat distribusi, serta memulihkan kelancaran arus lalu lintas menuju SPBU.

Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan, perpanjangan ganjil-genap ini diputuskan usai menyerap masukan Walikota/Bupati se-Bali, pengelola SPBU, masukan masyarakat di media sosial, serta telah dilaporkan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin langsung oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kantor Pertamina Sanggaran, Denpasar, Senin (19/10/2026).

“Penerapan sistem ganjil-genap terbukti sangat efektif mengurangi arus kendaraan dan kemacetan di jalan raya menuju SPBU. Namun, jika hasil pemantauan lapangan memperlihatkan penyediaan serta distribusi BBM dan antrean di SPBU sudah berjalan normal sepenuhnya, maka penerapan sistem ganjil-genap dapat dihentikan lebih awal sebelum 23 Oktober 2026,” ujar Gubernur Bali Wayan Koster dalam keterangan resminya.

Daftar Pengecualian Kendalan, Update Stok BBM Bali, dan Instruksi Menteri ESDM

Guna memastikan roda perekonomian dan pelayanan publik tetap berjalan lancar, Pemprov Bali menegaskan bahwa sistem ganjil-genap TIDAK DIBERLAKUKAN bagi:

  1. Ambulance

  2. Kendaraan Pemadam Kebakaran

  3. Kendaraan Niaga Pengangkut Logistik

  4. Kendaraan Penumpang Umum

  5. Kendaraan Antar-Jemput Makanan/Minuman & Kebutuhan Pokok Sehari-hari

Dalam Rakor di Sanggaran, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga melaporkan posisi stok BBM di Bali per 19 Oktober 2026 dalam kondisi sangat aman:

  • Pertalite: 30,136 juta liter (Cukup untuk 11 hari)

  • Pertamax: 11,045 juta liter (Cukup untuk 8 hari)

  • Biosolar: 1,752 juta liter (Cukup untuk 5 hari)

  • Solar: 10,356 juta liter (Cukup untuk 11 hari)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menginstruksikan Direksi Pertamina untuk mempercepat penambahan alokasi BBM ke Bali hingga mencapai batas ketahanan minimum 15 hari. Bahlil mengingatkan bahwa Bali merupakan etalase pariwisata dunia, sehingga pasokan energi harus dikontrol secara responsif agar tidak merusak citra internasional Indonesia.

Apresiasi Gubernur Koster Atas Kebersamaan ‘Nindihin Gumi Bali’

Keberhasilan pengendalian krisis distribusi ini merupakan buah manis dari kombinasi langkah taktis Pemprov Bali, mulai dari instruksi operasional SPBU 24 jam di Denpasar dan Badung, Work From Home (WFH) pegawai, pembelajaran daring sekolah, pembatasan kuota pembelian (maksimal 3 liter untuk roda dua dan 20 liter untuk roda empat), pengawalan ketat truk tangki oleh Polda Bali, hingga penerjunan anggota TNI Kodam IX/Udayana sebagai operator SPBU.

Atas sinergi luar biasa ini, Gubernur Wayan Koster menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Pertamina, TNI-Polri, para bupati/walikota, serta krama Bali yang menunjukkan kesabaran dan kebersamaan spontan dengan membagikan makanan dan minuman gratis kepada warga yang mengantre.

“Sikap kebersamaan dan gotong royong dari semua pihak ini telah berkontribusi besar dalam mewujudkan Bali yang aman, nyaman, kondusif, dan damai, demi Nindihin Gumi Bali, Pulau Dewata yang kita cintai bersama,” pungkas Wayan Koster.